ekonomi

Ekspor Pupuk Indonesia Prioritas: Aman Dalam Negeri, Baru Kirim ke Luar Negeri

Jumat, 3 April 2026 | 10:10 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan bahwa ekspor pupuk urea hanya dilakukan sepanjang kebutuhan domestik telah terpenuhi. Prioritas utama perusahaan adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional.





"Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor," kata Rahmad ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).





Indonesia Produsen Urea Terbesar, Ekspor Hanya Kelebihan Produksi





Rahmad menjelaskan bahwa kapasitas produksi urea nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional, meskipun kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton. Jumlah ini jauh melampaui kebutuhan pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton pada 2026 untuk petani yang tergabung dalam 5,7 juta kelompok tani .





Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, perusahaan memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia sekaligus membantu negara tetangga yang mengalami krisis pasokan .





Terkait kuota ekspor, Pupuk Indonesia menyebutkan jumlahnya berkisar sekitar 1,5 juta ton, namun penyaluran tetap fleksibel mengikuti kondisi pasokan domestik. Artinya, jika kebutuhan dalam negeri meningkat, ekspor akan dikurangi.





IndikatorKapasitas / Jumlah
Kapasitas produksi urea (operasional)8,8 juta ton/tahun
Kapasitas terpasang urea9,4 juta ton/tahun
Kebutuhan pupuk bersubsidi (2026)9,55 juta ton
Kuota ekspor~1,5 juta ton (fleksibel)




Negara Tujuan Ekspor: Australia, India, dan Filipina





Rahmad mengungkapkan bahwa negara tujuan ekspor pupuk urea Indonesia selama ini antara lain Australia, India, serta sejumlah negara lain di kawasan Asia Pasifik. Di tengah penutupan Selat Hormuz akibat gejolak global Timur Tengah, permintaan dari negara-negara tersebut justru meningkat.





Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebelumnya mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini mengincar pupuk dari Indonesia sebagai imbas krisis geopolitik di Timur Tengah yang memicu gangguan suplai urea dunia.


Halaman:

Tags

Terkini