Langkah Antisipasi Pupuk Indonesia
Untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah gejolak global, Pupuk Indonesia telah melakukan sejumlah langkah strategis:
| Langkah | Keterangan |
|---|---|
| Prioritas dalam negeri | Ekspor hanya dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi |
| Diversifikasi sumber bahan baku | Fosfat dari Afrika Utara, kalium dari Kanada & Laos, sulfur dari Kazakhstan |
| Penguatan kontrak jangka panjang | Menjaga stabilitas pasokan dan harga |
| Manajemen stok bahan baku | Menjaga ketersediaan fosfat, kalium, sulfur pada tingkat memadai |
Indonesia, melalui Pupuk Indonesia, berada dalam posisi yang kuat di tengah krisis pupuk global. Dengan kapasitas produksi yang besar dan prioritas utama pada kebutuhan dalam negeri, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional tetapi juga berpeluang menjadi stabilisator pasokan pupuk dunia.
Ekspor dilakukan hanya setelah kebutuhan petani Indonesia terpenuhi, dengan negara tujuan seperti Australia, India, Brasil, dan Filipina. Di tengah lonjakan harga urea global yang mencapai 690 dolar AS per ton, Indonesia tetap aman karena ketergantungan impor yang rendah dan produksi domestik yang mandiri. (**)