ekonomi

Mentan Amran: Ekspor CPO Melonjak 32 Juta Ton Berkat B50, Petani Sawit Makin Bergeliat!

Rabu, 8 April 2026 | 15:35 WIB




  • Tambahan devisa sektor pertanian mencapai sekitar Rp160 triliun




  • Penurunan impor (karena tidak impor solar) sekitar Rp41 triliun





"Dengan kebijakan B50, negara diuntungkan dari penghematan impor, petani memperoleh harga lebih baik, serta industri energi domestik menjadi lebih mandiri dan berdaya saing," jelas Amran.





Indonesia Kuasai 60 Persen Pasar Global





Amran menjelaskan bahwa Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menguasai sekitar 60 persen pasar global. Dengan ekspor awal sekitar 26 juta ton sebelum sebagian dialihkan untuk kebutuhan energi domestik, posisi Indonesia di pasar global tetap kokoh.





"Kita gunakan CPO kita untuk solar biofuel B50. Ternyata, setelah kita tidak impor solar dan mengurangi ekspor CPO kita dari 26 juta menjadi 21 juta, petani-petani kita memanfaatkan kondisi geopolitik yang memanas sehingga produksi kita, ekspor kita naik 6 juta ton," ulang Mentan.





Keuntungan Berlapis: Negara, Petani, dan Industri





Kebijakan B50 menciptakan keuntungan berlapis bagi Indonesia:





PihakKeuntungan
NegaraHemat devisa impor solar, tambahan devisa dari ekspor
Petani sawitHarga CPO naik, pendapatan meningkat, kesejahteraan bertambah
Industri energiLebih mandiri, berdaya saing, tidak tergantung impor
LingkunganPenggunaan energi terbarukan (biofuel) meningkat




Amran menambahkan bahwa kenaikan harga mendorong petani meningkatkan produktivitas melalui perawatan yang lebih baik, sehingga produksi nasional meningkat sekitar 6 juta ton dalam periode tersebut.





B50 Bukan Sekadar Rencana, Sudah Terealisasi!





Mentan menegaskan bahwa kebijakan B50 telah terealisasi sepenuhnya, bukan sekadar rencana. Indonesia mampu menghentikan impor solar sekaligus meningkatkan ekspor dan produksi secara bersamaan.





Ia juga menanggapi pandangan sejumlah pihak yang menyarankan penundaan implementasi B50. Menurutnya, kemandirian energi lebih penting di tengah dinamika geopolitik global saat ini.





"Data produksi dan ekspor menunjukkan kemampuan Indonesia mencukupi kebutuhan domestik sekaligus meningkatkan ekspor, sehingga kekhawatiran terkait pasokan dinilai tidak berdasar," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini