"Ini menjadi motivasi kami untuk membentuk pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional," ujarnya.
Ia menilai tingginya perhatian publik serta minat dari lembaga konservasi internasional menjadi sinyal positif bagi masa depan Bandung Zoo. Beberapa lembaga konservasi dari luar negeri juga dilaporkan tertarik untuk ikut serta dalam proses seleksi ini.
Bandung Zoo: Kebun Binatang Tertua di Indonesia
Bandung Zoo didirikan pada tahun 1933 (saat itu bernama Bandoengsche Dierentuin) dan merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia. Berlokasi di pusat Kota Bandung (Jalan Taman Sari), kebun binatang ini memiliki luas sekitar 14 hektar dan menyimpan nilai sejarah serta sentimental tinggi bagi warga Bandung.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Bandung Zoo dinilai memprihatinkan dan membutuhkan penataan ulang yang serius. Banyak koleksi satwa yang tidak terawat, fasilitas yang rusak, dan minimnya inovasi dalam pengelolaan.
| Fakta Bandung Zoo | Keterangan |
|---|---|
| Tahun berdiri | 1933 |
| Luas | ~14 hektar |
| Lokasi | Jalan Taman Sari, Bandung |
| Status | Kebun binatang tertua di Indonesia |
| Kondisi terkini | Membutuhkan revitalisasi menyeluruh |
Harapan Masyarakat: Bandung Zoo Kembali Berjaya
Warga Bandung dan pecinta satwa menaruh harapan besar pada proses seleksi ini. Mereka ingin Bandung Zoo tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga lembaga konservasi yang serius dalam menjaga kelestarian satwa dan memberikan edukasi kepada pengunjung.
Dengan potensi investasi lebih dari Rp50 miliar, diharapkan pengelola baru dapat:
- Memperbaiki dan memperluas kandang satwa sesuai standar konservasi modern
- Meningkatkan kesejahteraan hewan dengan fasilitas kesehatan dan pakan yang memadai
- Membangun pusat edukasi interaktif untuk anak-anak dan dewasa
- Menghadirkan wahana ramah lingkungan yang edukatif
- Mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel
Pemkot Bandung serius melakukan transformasi Bandung Zoo menjadi kebun binatang bertaraf internasional. Dengan potensi investasi lebih dari Rp50 miliar dan seleksi ketat terhadap 85 lembaga konservasi, diharapkan pengelola baru yang terpilih dapat mengembalikan kejayaan kebun binatang tertua di Indonesia ini. Target akhir April 2026 menjadi momen yang dinantikan publik. (**)