ekonomi

Sekretaris Distan Garut Buka Workshop Demplot KSP di Ponpes Al Wasilah: “Pertanian Garut Naik dari 2,37% ke 5,9%”

Rabu, 15 April 2026 | 08:38 WIB




“Kabupaten Garut sangat strategis sekali. Ada sektor pertanian yang cukup luas, sektor peternakan, dan kelautan yang berpotensi untuk PERMATANI dikembangkan,” ungkap Elis.






WilayahProgram DemplotStatus
SumedangDemplot KSDTelah sukses
GarutDemplot KSPSedang berjalan
TargetPengembangan pertanian, peternakan, kelautanPotensi besar




Metode KSP: Solusi Pertanian Modern untuk Petani Milenial





Workshop ini menghadirkan pemaparan materi inti mengenai teknis penanaman padi metode KSP yang disampaikan oleh pakar pertanian, Prof. Surahman. Metode ini dirancang untuk:





✅ Meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk
✅ Meningkatkan produktivitas lahan per satuan luas
✅ Mengurangi biaya produksi dengan teknologi tepat guna
✅ Ramah lingkungan dan berkelanjutan
✅ Mudah diadopsi oleh petani milenial





Metode KSP menjadi terobosan penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian. Dengan pendekatan demplot (demonstration plot) , petani dapat melihat langsung hasil nyata sebelum menerapkan di lahan mereka sendiri.





Ketua PERMATANI Garut: Silaturahmi dan Dampak Nyata bagi Petani





Ketua PERMATANI Kabupaten Garut, Ede Sukmana, berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produktivitas petani. Ia menegaskan bahwa metode Demplot KSP ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui ekosistem pertanian yang terpadu.






“Mudah-mudahan dalam silaturahmi ini, kita dapat menghasilkan apa yang kita inginkan, khususnya dari sektor pertanian,” pungkas Ede.






Harapan PERMATANITarget
Peningkatan produktivitasHasil panen lebih tinggi
Efisiensi biayaPenggunaan input lebih hemat
Adopsi teknologiPetani milenial melek teknologi
Ketahanan panganGarut mampu swasembada pangan




Kolaborasi Lintas Sektor: Pondok Pesantren sebagai Pusat Inovasi Pertanian





Pemilihan Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah Garut sebagai lokasi workshop bukan tanpa alasan. Ponpes memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi dan inovasi pertanian berbasis komunitas. Kolaborasi antara Distan, PERMATANI, dan ponpes ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain.





KolaboratorPeran
Dinas Pertanian GarutFasilitator program dan kebijakan
PERMATANIPelaksana dan pendamping petani
Pondok PesantrenLokasi demplot dan pusat edukasi
Prof. SurahmanNarasumber dan pakar teknis




Garut Menuju Lumbung Pangan Jawa Barat





Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan petani di Garut, terutama generasi milenial, semakin melek teknologi dan mampu mengadopsi metode pertanian modern. Peningkatan kontribusi pertanian dari 2,37% menjadi 5,9% adalah capaian yang membanggakan, tetapi masih ada ruang untuk terus ditingkatkan.

Halaman:

Tags

Terkini