“Kabupaten Garut sangat strategis sekali. Ada sektor pertanian yang cukup luas, sektor peternakan, dan kelautan yang berpotensi untuk PERMATANI dikembangkan,” ungkap Elis.
| Wilayah | Program Demplot | Status |
|---|---|---|
| Sumedang | Demplot KSD | Telah sukses |
| Garut | Demplot KSP | Sedang berjalan |
| Target | Pengembangan pertanian, peternakan, kelautan | Potensi besar |
Metode KSP: Solusi Pertanian Modern untuk Petani Milenial
Workshop ini menghadirkan pemaparan materi inti mengenai teknis penanaman padi metode KSP yang disampaikan oleh pakar pertanian, Prof. Surahman. Metode ini dirancang untuk:
✅ Meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk
✅ Meningkatkan produktivitas lahan per satuan luas
✅ Mengurangi biaya produksi dengan teknologi tepat guna
✅ Ramah lingkungan dan berkelanjutan
✅ Mudah diadopsi oleh petani milenial
Metode KSP menjadi terobosan penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian. Dengan pendekatan demplot (demonstration plot) , petani dapat melihat langsung hasil nyata sebelum menerapkan di lahan mereka sendiri.
Ketua PERMATANI Garut: Silaturahmi dan Dampak Nyata bagi Petani
Ketua PERMATANI Kabupaten Garut, Ede Sukmana, berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produktivitas petani. Ia menegaskan bahwa metode Demplot KSP ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui ekosistem pertanian yang terpadu.
“Mudah-mudahan dalam silaturahmi ini, kita dapat menghasilkan apa yang kita inginkan, khususnya dari sektor pertanian,” pungkas Ede.
| Harapan PERMATANI | Target |
|---|---|
| Peningkatan produktivitas | Hasil panen lebih tinggi |
| Efisiensi biaya | Penggunaan input lebih hemat |
| Adopsi teknologi | Petani milenial melek teknologi |
| Ketahanan pangan | Garut mampu swasembada pangan |
Kolaborasi Lintas Sektor: Pondok Pesantren sebagai Pusat Inovasi Pertanian
Pemilihan Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah Garut sebagai lokasi workshop bukan tanpa alasan. Ponpes memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi dan inovasi pertanian berbasis komunitas. Kolaborasi antara Distan, PERMATANI, dan ponpes ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain.
| Kolaborator | Peran |
|---|---|
| Dinas Pertanian Garut | Fasilitator program dan kebijakan |
| PERMATANI | Pelaksana dan pendamping petani |
| Pondok Pesantren | Lokasi demplot dan pusat edukasi |
| Prof. Surahman | Narasumber dan pakar teknis |
Garut Menuju Lumbung Pangan Jawa Barat
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan petani di Garut, terutama generasi milenial, semakin melek teknologi dan mampu mengadopsi metode pertanian modern. Peningkatan kontribusi pertanian dari 2,37% menjadi 5,9% adalah capaian yang membanggakan, tetapi masih ada ruang untuk terus ditingkatkan.