ekonomi

Proyek Listrik Data Center Microsoft Rampung, PLN Pastikan Server Tak Ikut Padam Bergilir di Era Ekonomi Digital

Kamis, 30 April 2026 | 23:00 WIB
Foto Istimewa

LOCUSonline, CIKARANG - Di tengah kekhawatiran klasik soal listrik yang kadang lebih dramatis dari sinetron sore, PT PLN (Persero) akhirnya membawa kabar yang cukup menenangkan industri digital, proyek infrastruktur kelistrikan untuk data center Microsoft di kawasan industri Jawa Barat resmi dituntaskan.

Proyek yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang dan Karawang International Industrial City (KIIC) ini menjadi bukti bahwa listrik yang selama ini sering dituding sebagai faktor penentu mood kini diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi digital.

Melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) dan Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro), PLN merampungkan pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV di kawasan GIIC serta jaringan pendukung di KIIC. Infrastruktur ini akan menopang operasional pusat data Microsoft yang, berbeda dengan manusia, tidak mengenal kata mati lampu sebentar.

Perwakilan Microsoft, Leo Wirawan, menyampaikan bahwa dalam dunia data center global, listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan napas utama.

"Kami percaya PLN mampu menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan," ujarnya, menegaskan bahwa server tidak punya toleransi terhadap drama pemadaman.

Baca Juga: Percaya Diri, Pendiri Media Locus Tekan Bupati Garut Wujudkan Sentra Industri Tanaman Hias (bagian 1)

Baca Juga: Rapel Rp900 Ribu Kartu Lansia KLJ Jakarta Cair Jelang Akhir April, Cek Tanggal Tetapnya!

Dari sisi PLN, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital Asia Tenggara. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya soal menyalakan lampu, tetapi memastikan investasi digital tidak ikut redup.

Nada serupa disampaikan General Manager UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, yang menekankan bahwa keandalan listrik 24 jam adalah harga mati bagi data center kelas dunia. Dalam konteks ini, listrik tak lagi sekadar layanan publik, melainkan fondasi utama bagi ekonomi berbasis data yang terus tumbuh.

Secara tidak langsung, proyek ini juga menjadi semacam ujian nasional bagi kesiapan Indonesia dalam menyambut era digital. Jika sebelumnya masyarakat terbiasa menyiapkan lilin saat listrik padam, kini industri justru menuntut stabilitas tanpa kompromi.

PLN pun melihat kepercayaan dari Microsoft sebagai sinyal positif bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam rantai investasi global. Di balik kabel dan gardu induk, terselip harapan besar bahwa ekonomi digital nasional tidak hanya menyala, tetapi juga stabil tanpa kedip.

Dengan rampungnya proyek ini, Indonesia setidaknya bisa sedikit bernapas lega di saat dunia berlomba membangun pusat data, listrik nasional diharapkan tidak lagi menjadi plot twist yang tak diundang.*****

Tags

Terkini