“Strategi Bapak Presiden nanti dalam waktu dekat akan dibacakan DPR,” kata dia, tanpa menjelaskan lebih rinci isi kebijakan tersebut.
Nada serupa juga disampaikan Airlangga Hartarto yang menyebut seluruh kebijakan masih dalam tahap pematangan.
"Masih dimatangkan, nanti sesudahnya baru kita beritahukan," kilahnya singkat.
Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan langkah stabilisasi pasar melalui intervensi obligasi menggunakan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF). Skema ini dilakukan untuk menyerap obligasi pemerintah yang dilepas investor di tengah tekanan pasar keuangan.
Bank Indonesia sebelumnya juga telah melakukan berbagai langkah intervensi demi menjaga stabilitas rupiah, mulai dari pasar valas hingga pembelian surat utang negara.
Namun di tengah rentetan istilah teknokratis dan optimisme pejabat, masyarakat tampaknya mulai akrab dengan pola komunikasi ekonomi nasional, ketika dolar naik tajam, pejabat rapat lebih lama, lalu publik diminta percaya bahwa pondasi tetap kokoh.
Ironinya, semakin sering pemerintah menyebut ekonomi baik-baik saja, semakin rajin pula pasar menunjukkan ekspresi sebaliknya lewat angka merah di layar perdagangan.
Kini publik menunggu apakah strategi ekonomi yang dijanjikan pemerintah benar-benar mampu menenangkan pasar, atau hanya menjadi episode lanjutan dari serial nasional berjudul Fundamental Kuat, Rupiah Lewat.*****