Kini bola berada di tangan partai politik. Mereka bisa memilih beradaptasi dengan demokrasi yang lebih setara, atau tetap mempertahankan budaya lama sambil berharap kalkulator KPU mendadak rusak saat menghitung kuota perempuan.*****
Kini bola berada di tangan partai politik. Mereka bisa memilih beradaptasi dengan demokrasi yang lebih setara, atau tetap mempertahankan budaya lama sambil berharap kalkulator KPU mendadak rusak saat menghitung kuota perempuan.*****
Sumber: kompas.com
Artikel Terkait
Dewi Perssik Murka Akun FB Palsu Centang Biru Berkeliaran: Nama Dijual, Kepercayaan Publik Ikut Digadaikan
Kasus Deepfake Mahasiswa Untan Gegerkan Publik: Teknologi AI Dipakai Bikin Foto Vulgar, DPR Desak Hukuman Tegas
Negara Mulai Kejar Penjahat Kripto: Saat Aparat Belajar Blockchain agar Penipu Digital Tak Lagi Leluasa
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas: Saat Negara Menghukum, Tapi WiFi Pendidikan Tetap Menyala
Pimpinan Pesantren di Garut Diduga Cabuli Santriwati Selama Setahun, Modus Bangunkan Tahajud
Kasus Chromebook Kemendikbud Berujung Tagihan Fantastis, Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5,68 Triliun
Judi Online Serbu Anak Indonesia: Pemerintah Temukan 200 Ribu Anak Terpapar, Ruang Digital Dinilai Lebih Berbahaya dari Jam Main di Luar Rumah
Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar: Muhadjir Effendy Diperiksa KPK, Mengaku “Cuma 20 Hari Jadi Menag”
Sidang Penganiayaan Aktivis KontraS Digelar, Empat Anggota TNI Didakwa Siram Air Keras Demi Efek Jera
Dugaan Korupsi BOP dan Reses DPRD Garut, GLMPK Endus Kejanggalan 2 Pernyataan Kejari Garut dan Diduga “Menabrak” Tatib DPRD