Kamis, 4 Juni 2026

Hari Otonomi Daerah 2026 di Garut: Dari Semangat Mandiri hingga PR Lama PAD dan SDM yang Tak Kunjung Lulus

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 28 April 2026 | 15:00 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

LOCUSonline, GARUT - Upacara Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Kabupaten Garut kembali digelar dengan khidmat lengkap dengan barisan rapi, amanat resmi, dan harapan yang tak pernah absen dari tahun ke tahun. Abdusy Syakur Amin bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul, Senin (27/4/2026).

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan kembali makna otonomi daerah sebagai alat vital bagi negara sebesar Indonesia, sebuah pengingat klasik bahwa mengatur negeri seluas ini dari satu meja pusat adalah pekerjaan yang nyaris mustahil.

"Indonesia ini luas dan beragam. Setiap daerah punya potensi dan tantangan sendiri, jadi tidak mungkin semuanya diatur dari pusat," ujarnya, mengulang logika dasar desentralisasi yang sejak lama menjadi fondasi kebijakan daerah.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025: Antara Apresiasi, Catatan Kritis dan Janji Evaluasi yang Tak Boleh Sekadar Arsip

Namun seperti biasa setelah filosofi masuklah ke realitas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih progresif dalam menggali potensi pendapatan sebuah target yang terdengar ambisius, terutama ketika potensi sering kali lebih banyak dibahas daripada diwujudkan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan harus digunakan secara efisien namun tetap efektif, dua kata yang mudah diucapkan, tetapi sering kali sulit dibuktikan dalam praktik anggaran.

"Pendapatan harus dimanfaatkan dengan baik, efisien tapi tetap berdampak," tegasnya.

Tak hanya soal uang, Bupati juga menyoroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk bertransformasi menjadi learning organization sebuah istilah modern yang menuntut birokrasi untuk terus belajar, bukan hanya bekerja.

Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur menjadi kunci agar pemerintah daerah tidak hanya mandiri secara fiskal, tetapi juga kuat secara kapasitas.

"Ayo terus belajar, kita harus jadi organisasi yang terus berkembang. Rapat itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari proses belajar," ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan arahan Tito Karnavian yang menekankan pentingnya kompetensi dan keahlian aparatur dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern.

Peringatan Hari Otda setiap tahun memang selalu menjadi momentum refleksi. Namun di balik seremoni dan pidato, pertanyaan yang terus berulang tetap sama yaitu sejauh mana otonomi benar-benar membuat daerah mandiri?

Di satu sisi, daerah diberi kewenangan luas. Di sisi lain, ketergantungan fiskal dan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Di Garut, seperti di banyak daerah lain, otonomi bukan lagi soal kewenangan tetapi soal kemampuan memanfaatkan kewenangan itu secara nyata.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X