LOCUSonline, GARUT – Di tengah upacara khidmat Hari Pendidikan Nasional 2026, realitas pendidikan di Kabupaten Garut justru berbicara lebih lantang daripada pidato seremonial. Rata-rata lama sekolah (RLS) warga Garut tercatat baru menyentuh angka 7,86 tahun satu angka yang secara halus bisa diterjemahkan belum tuntas sekolah dasar, tapi sudah harus menghadapi kerasnya kehidupan.
Hal ini disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memimpin upacara di Lapangan Otto Iskandar Dinata (Otista), Sabtu (2/5/2026). Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ideal dan menjadi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Angka ini masih rendah dan perlu kerja sama semua pihak. Anak usia sekolah harus ada di sekolah," ujarnya, mengingatkan bahwa ruang kelas seharusnya lebih ramai daripada ladang atau tempat kerja.
Baca Juga: Turnamen Ketapel Malangbong 2026 Olahraga Masa Kecil Naik Kelas Jadi Ajang Antarprovinsi
Rendahnya RLS bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari akses pendidikan yang belum merata. Di sejumlah wilayah terpencil, sekolah masih terasa jauh lebih baik secara jarak maupun kesempatan.
Bupati pun menginstruksikan percepatan revitalisasi sarana pendidikan, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB). Harapannya sederhana tapi krusial, mendekatkan sekolah ke anak, bukan sebaliknya anak yang harus berjuang mencapai sekolah.
Namun, di balik rencana itu, publik mungkin bertanya, apakah pembangunan fisik saja cukup, ketika persoalan ekonomi dan sosial masih menjadi alasan utama anak berhenti sekolah?
Tak hanya soal jumlah sekolah, kualitas pendidikan juga disorot. Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan siswa agar pendidikan tidak berhenti pada formalitas ijazah.
Ia juga mengingatkan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang pengembangan potensi, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar tempat duduk, mencatat, lalu pulang tanpa bekal keterampilan hidup.
"Sekolah harus jadi tempat tumbuh, bukan hanya tempat hadir," ujar Syakur.
Baca Juga: IPM Garut Peringkat Juru Kunci di Jawa Barat, Bupati Akui Kejar Ketertinggalan Tak Semudah Mengucapkannya
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya menjadikan Hardiknas sebagai momentum refleksi.
Namun, refleksi tanpa aksi berisiko menjadi agenda tahunan yang berulang, lengkap dengan upacara, penghargaan, dan foto dokumentasi, tetapi minim perubahan nyata di lapangan.
Peringatan Hardiknas 2026 di Garut sendiri ditutup dengan pemberian penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi. Sebuah apresiasi yang penting, meski di sisi lain masih ada ribuan anak yang bahkan belum sempat merasakan bangku sekolah secara utuh.
Angka RLS 7,86 tahun adalah pengingat bahwa pendidikan di Garut masih setengah jalan atau bahkan belum benar-benar dimulai bagi sebagian anak.
Di saat dunia bergerak menuju era kompetensi dan teknologi, sebagian warga masih berjuang menyelesaikan pendidikan dasar. Ironi yang sulit diabaikan, tapi terlalu sering dibiasakan.
Artikel Terkait
Palang Pintu Otomatis Dikebut di Jawa Barat Usai Tragedi Bekasi, Keselamatan Kini Tak Lagi Mengandalkan Perasaan
Hujan Deras Robohkan Rumah di Malangbong Garut, Gotong Royong Lebih Sigap dari Infrastruktur
IPM Garut Peringkat Juru Kunci di Jawa Barat, Bupati Akui Kejar Ketertinggalan Tak Semudah Mengucapkannya
Fun Bike Garut 2026 Diramaikan 800 Peserta, Target 2.000 tidak Tercapai Mungkin Kurang Promosi
19 Ribu Anak Putus Sekolah di Garut: Hardiknas Dirayakan, Ruang Kelas Ditinggalkan
Sumedang Disiapkan Jadi Pusat Budaya Sunda, Pemprov Jabar Ingin Kota Tak Sekadar Beton tapi Punya “Rasa”
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Saat Semua Bicara Demokrasi, Pers Diingatkan Tetap Merdeka di Tengah Bisingnya Informasi
Turnamen Ketapel Malangbong 2026 Olahraga Masa Kecil Naik Kelas Jadi Ajang Antarprovinsi
Kirab Budaya Jawa Barat 2026 di Garut: Pesta Identitas atau Ujian Koordinasi H-1 yang Bikin Deg-degan?
Benarkah Dinas PUPR Garut Ogah Keluarkan Izin Perumahan Gegara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi