Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Garut Dorong Event dan Bansos Jadi Mesin Ekonomi, Investor Masih Sibuk “Wait and See”

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin pelaksanaan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/5/2026). (Dok. Diskominfo-Garut)
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin pelaksanaan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/5/2026). (Dok. Diskominfo-Garut)

LOCUSonline, GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, terang-terangan mengakui laju investasi di tahun 2026 belum bergerak sesuai harapan. Penyebabnya bukan karena Garut kekurangan potensi, tetapi karena investor masih sibuk menghitung risiko di tengah konflik global dan krisis energi yang belum reda.

Pernyataan itu disampaikan Syakur saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/5/2026).

Menurut Syakur, ada tiga mesin utama penggerak ekonomi daerah, yakni investasi, belanja pemerintah, dan belanja rumah tangga. Namun untuk saat ini, sektor investasi disebut belum benar-benar ngebut karena banyak pelaku usaha memilih menunggu situasi dunia lebih stabil.

"Masih banyak yang wait and see melihat kondisi ke depan. Ada konflik geopolitik dan krisis energi, jadi investasi belum berjalan secepat yang dibayangkan," kata Syakur.

Baca Juga: Program KB Garut Disorot: Wabup Tinjau MOW, Saat Negara Ikut Mengatur “Jumlah Ideal Anak” Demi Masa Depan Lebih Terencana

Situasi itu membuat Pemkab Garut memilih langkah yang lebih realistis: mempercepat belanja pemerintah dan menghidupkan keramaian masyarakat agar uang tetap berputar di bawah.

Syakur langsung menginstruksikan seluruh SKPD agar mempercepat realisasi anggaran, terutama bantuan sosial dan hibah. Alasannya sederhana, kalau uang pemerintah lama mengendap di meja administrasi, ekonomi masyarakat bawah ikut tersendat.

Selain bansos, Syakur juga ingin event dijadikan alat pompa ekonomi. Mulai dari kegiatan budaya, olahraga, hingga hiburan massal dianggap bisa memancing kerumunan yang otomatis menggerakkan pedagang, transportasi, kuliner, hingga UMKM.

Pemkab Garut bahkan menyiapkan Liga Desa cabang bola voli yang akan digelar di berbagai kecamatan. Menurut Syakur, voli dipilih bukan sekadar olahraga, tapi karena terbukti ampuh mengumpulkan massa.

"Kalau ada kerumunan, pasti ada aktivitas ekonomi. Orang datang, beli makanan, naik kendaraan, belanja. Itu yang kita dorong," ujarnya.

Baca Juga: Disdukcapil Garut Jemput Bola ke Panti Difabel demi KTP yang Selama Ini Susah Dijangkau

Syakur juga memberi pesan cukup keras kepada jajarannya soal keterbatasan anggaran. Ia meminta kondisi keuangan jangan dijadikan alasan untuk diam, apalagi sampai melakukan tindakan yang tidak semestinya.

Dengan gaya blak-blakan, ia meminta kegiatan dibuat sederhana tanpa seremonial berlebihan. Baginya yang penting acara berjalan dan uang masyarakat tetap bergerak.

“Tidak perlu banyak atribut dan kemewahan. Yang penting event jalan dan ada dampak ekonominya,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi gambaran kondisi ekonomi daerah saat ini. Ketika investasi besar masih malu-malu masuk, pemerintah daerah memilih mengandalkan belanja rakyat dan keramaian event sebagai nafas tambahan agar ekonomi Garut tidak ikut lesu.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X