LOCUSonline, GARUT - Semangat gotong royong kembali menjadi tontonan langka yang berhasil ditemukan di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Di tengah zaman ketika banyak orang lebih cepat mengangkat ponsel dibanding cangkul, ratusan warga justru turun langsung memperbaiki jalan penghubung antara Kampung Cidahu dan Kampung Cibangkerong tanpa harus menunggu baliho proyek berukuran raksasa atau seremoni gunting pita.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mekarmulya, Otin Mubarok, masyarakat dari berbagai unsur bahu-membahu mengangkut material sirtu untuk memperkeras badan jalan yang selama ini menjadi akses vital warga. Jalan yang sebelumnya dipenuhi celah tanah dan permukaan tidak rata itu kini perlahan berubah menjadi lebih padat, kokoh, dan layak dilalui.
Pemandangan di lokasi pembangunan terlihat lebih sibuk dibanding antrean diskon akhir bulan. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda hingga kaum perempuan ikut ambil bagian. Ada yang memikul karung sirtu, meratakan material, hingga memadatkan jalan dengan alat seadanya. Semuanya bergerak serempak di bawah terik matahari, seolah ingin membuktikan bahwa pembangunan desa ternyata masih bisa berjalan tanpa harus menunggu rapat berbulan-bulan atau foto formal penuh pencitraan.
Warga tampak sadar bahwa jalan penghubung antara Kampung Cidahu dan Kampung Cibangkerong bukan sekadar jalur lewat kendaraan, melainkan urat nadi ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat. Jalan tersebut nantinya akan mempermudah mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelayanan umum yang selama ini kerap terhambat kondisi medan.
Di tengah kegiatan, Kepala Desa Otin Mubarok ikut turun langsung ke lapangan memimpin pekerjaan bersama warga. Ia mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong tersebut.
"Saya sangat terharu melihat antusiasme warga Desa Mekarmulya. Ketika ajakan kerja bakti disampaikan, masyarakat datang berbondong-bondong secara sukarela. Jalan penghubung antara Kampung Cidahu dan Cibangkerong ini sangat vital bagi kehidupan masyarakat. Dengan diperkerasnya jalan ini, mobilitas warga akan lebih lancar, hasil bumi lebih mudah dibawa, dan hubungan antarwarga semakin erat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama pembangunan desa bukan hanya berasal dari anggaran, tetapi juga dari rasa kebersamaan masyarakat yang masih terjaga. Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di beberapa tempat, semangat gotong royong ternyata belum sepenuhnya kalah oleh budaya saling menunggu.
Pekerjaan jalan berlangsung cepat berkat banyaknya tenaga warga yang terlibat. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dukungan program TMMD membuat pembangunan berjalan efektif. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai menunjukkan perubahan signifikan.
Masyarakat berharap setelah pembangunan selesai, jalan tersebut dapat terus dirawat bersama dan menjadi simbol persatuan warga Desa Mekarmulya. Di saat banyak orang sibuk memperdebatkan pembangunan lewat media sosial, warga desa ini memilih langsung bekerja di lapangan, karena bagi mereka, jalan yang baik lebih berguna daripada janji yang hanya mulus saat kampanye.*****
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Garut Dikebut: Jangan Sampai Anak Miskin Kebagian Janji, Bangunan Belum Jadi
Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu
TMMD Garut Bangun Sumur Bor: Air Bersih Akhirnya Tidak Lagi Jadi Barang Mewah Warga Desa
Sekolah Rakyat di Garut Masuk Tahap Survei: Negara Mulai Cari Tanah yang Tidak Longsor, Tidak Sengketa, dan Tidak Bikin Pusing
Jelang Idul Adha, Pemkab Garut Turunkan 100 Petugas Cek Hewan Kurban: Sapi Sehat Dijaga, Pedagang Nakal Diawasi
Musim Kemarau Diprediksi Panjang, Pemkab Garut Siapkan 95 Pompa Air: Sawah Jangan Sampai Tinggal Kenangan
Cetak Sawah Baru 100 Hektare di Garut, Tanah Kosong Disulap Jadi Harapan Swasembada Pangan
Program Pajero Disdukcapil Garut: Saat Petugas Jemput Bola demi KTP ODGJ yang Selama Ini Tak Terlihat Negara
Libur Sekolah Bukan Rebahan: Anak-Anak Desa Cikadongdong Pilih Angkat Batu Demi Jalan Kampung Agar Tak Lagi Mirip Kubangan
Pondok Pesantren di Garut Diserbu Massa, Dugaan Kekerasan Seksual Guru Ngaji Picu Amarah Warga