berita-daerah

TMMD Garut: Saat Prajurit Jadi Tukang Bangunan, Rumah Reyot Warga Disulap Tanpa Tender Miliaran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:00 WIB
Anggota Koramil 1103/Sucinaraja yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut, yang tampak telaten membangun rumah warga dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) (Dok. Kodim 0611/Garut)

LOCUSonline, GARUT - Di saat sebagian orang sibuk memoles citra lewat unggahan media sosial bertagar peduli rakyat, seorang prajurit TNI di Kabupaten Garut justru memilih berkeringat langsung di lapangan. Bukan untuk konten, melainkan memastikan rumah warga berdiri kokoh dan layak dihuni.

Adalah Edi Kusnadi, anggota Koramil 1103/Sucinaraja yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut. Ia tampak serius mengerjakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Mekarmulya, Kabupaten Garut.

Di lokasi pembangunan, Serda Edi terlihat sibuk mengukur kerangka bangunan, memasang cetakan, meratakan struktur dinding, hingga memastikan setiap sudut rumah berdiri presisi. Ketelitian itu membuat suasana proyek lebih mirip pekerjaan tukang profesional ketimbang sekadar program seremonial pembangunan desa.

Di bawah panas matahari, ia bersama warga dan anggota Satgas TMMD lainnya terus bekerja tanpa banyak pidato motivasi. Keringat mengalir deras, tetapi pekerjaan tetap berjalan rapi. Sebab bagi mereka, rumah layak huni bukan sekadar target administrasi, melainkan tempat warga membangun kehidupan.

"Rumah yang dibangun harus aman dan nyaman untuk ditempati warga. Kami ingin hasilnya benar-benar kuat dan bisa dipakai dalam waktu lama," ujar Serda Edi Kusnadi saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Program RTLH Garut 2026: Rapat Virtual Tiga Hari, Harapan Rumah Layak Tak Sekadar Zoom Meeting

Program Rutilahu sendiri menjadi salah satu sasaran utama dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0611/Garut. Program ini merupakan bagian dari upaya TNI membantu masyarakat desa mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan warga.

Menariknya, pembangunan rumah tersebut tidak dikerjakan dengan pola proyek yang kaku dan penuh sekat. Warga justru ikut terlibat langsung membantu pengerjaan bangunan. Mulai dari mengangkat material hingga menyusun bagian rumah dilakukan secara gotong royong.

Fenomena ini seolah menjadi pengingat bahwa di tengah banyaknya proyek pembangunan bernilai miliaran rupiah yang kadang hasilnya retak sebelum diresmikan, kerja bersama rakyat justru mampu melahirkan bangunan dengan semangat kepedulian yang lebih nyata.

Komandan Kodim 0611/Garut, Andrik Fachrizal, mengapresiasi dedikasi para anggota Satgas TMMD yang bekerja langsung di lapangan bersama masyarakat.Baca Juga: Program KB Garut Disorot: Wabup Tinjau MOW, Saat Negara Ikut Mengatur “Jumlah Ideal Anak” Demi Masa Depan Lebih Terencana

Menurutnya, prajurit tidak hanya dituntut kuat dalam tugas pertahanan, tetapi juga harus hadir membantu kesulitan masyarakat, termasuk dalam pembangunan rumah warga kurang mampu.

"Semangat yang ditunjukkan anggota Satgas menjadi bukti bahwa TNI hadir untuk membangun dan melayani rakyat," ujarnya.

Program TMMD ke-128 sendiri mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa. Selain pembangunan fisik seperti jalan dan rumah warga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Warga Desa Mekarmulya berharap pembangunan Rutilahu tersebut bisa membawa perubahan nyata bagi keluarga penerima manfaat. Tidak hanya memiliki tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini sulit mereka dapatkan.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan modern yang sering lebih sibuk mengejar laporan ketimbang kebutuhan rakyat, kerja sunyi para prajurit dan warga di pelosok desa itu justru menjadi gambaran sederhana bahwa pengabdian terkadang tidak membutuhkan sorotan kamera, cukup hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.*****

Tags

Terkini