Berbanding Terbalik dengan Kondisi September 2025
Situasi gembira ini berbanding terbalik dengan kondisi suram yang melanda Pasar Baru pada September 2025 lalu. Pada masa itu, para pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung yang sangat signifikan.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, sempat mengungkapkan bahwa meskipun tingkat okupansi kios mencapai 65 persen dari total 4.200 ruang dagang, aktivitas perdagangan tetap lesu. Penjualan yang merosot tajam bahkan membuat banyak pedagang kesulitan untuk sekadar membayar gaji karyawan.
Penyebab Sepinya Pasar Baru di Masa Lalu
Beberapa faktor utama yang menyebabkan sepinya Pasar Baru pada masa-masa sulit tersebut antara lain:
- Persaingan Masif dengan E-commerce: Kemudahan belanja online menggerus pangsa pasar pedagang fisik.
- Penurunan Daya Beli Masyarakat: Kondisi ekonomi yang menekan membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja.
- Situasi Politik Nasional: Ketidakstabilan politik sempat membuat wisatawan luar kota enggan berkunjung ke Bandung.
Padahal, sekitar 80 persen pengunjung Pasar Baru berasal dari luar kota, luar pulau, hingga mancanegara seperti Malaysia dan Singapura. Tingkat kunjungan saat itu dilaporkan menurun hingga 60–70 persen dibanding masa normal.
Faktor Kebangkitan di Ramadan 2026
Beberapa faktor diduga menjadi pemicu kembalinya gairah Pasar Baru pada Ramadan tahun ini:
- Tradisi Belanja Ramadan: Bulan puasa secara historis selalu meningkatkan aktivitas belanja masyarakat untuk persiapan Lebaran, terutama untuk sandang, pangan, dan perlengkapan rumah tangga.
- Rindu Belanja Offline: Setelah sekian lama terbiasa dengan transaksi digital, masyarakat mulai merindukan pengalaman berbelanja langsung, bisa mencoba produk, dan interaksi sosial dengan pedagang.
- Kemudahan Akses dan Promo: Kombinasi kemudahan transportasi dan program diskon dari para pedagang ikut menarik minat pembeli.
- Viral di Media Sosial: Unggahan yang viral di TikTok menjadi pemicu tambahan yang membuat masyarakat penasaran dan ingin kembali bernostalgia ke Pasar Baru.
Harapan Pedagang untuk Ke Depan
Momentum keramaian ini menjadi secercah harapan bagi para pedagang. Mereka berharap agar kondisi ini tidak hanya bersifat musiman, tetapi dapat terus berlanjut pasca-Lebaran.
"Kami berharap pemerintah dan pengelola pasar bisa terus berinovasi, mungkin dengan mengadakan event rutin atau program promosi bersama, agar Pasar Baru tetap menjadi destinasi utama belanja masyarakat," harap salah seorang pedagang.
Pasar Baru bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas Kota Bandung. Kebangkitannya di Ramadan 2026 menjadi simbol ketahanan ekonomi rakyat dan bukti bahwa denyut nadi perdagangan tradisional masih kuat berdetak di tengah gempuran era digital. (**)