[Locusonline.co] Bandung – Terminal Leuwipanjang Bandung bersiap menghadapi babak baru sebagai pusat utama bus antarkota di Kota Bandung. Menyusul kebijakan alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo dan pusat layanan Bus Rapid Transit (BRT) mulai akhir masa angkutan Lebaran 2026, seluruh trayek bus antarkota akan berpindah ke Terminal Leuwipanjang.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan bahwa perpindahan ini diprediksi akan menyebabkan lonjakan penumpang signifikan, terutama pada momen-momen liburan. Dalam kondisi puncak, terminal ini diperkirakan dapat melayani hingga 12 ribu penumpang per hari.
"Penumpang tidak hanya membutuhkan transportasi yang lancar, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang termasuk ruang tunggu yang laik. Karena itu, sejumlah PO sudah mulai membangun lounge khusus agar penumpang dan kru mereka bisa beristirahat dengan lebih nyaman," kata Asep di Bandung, Sabtu (28/3/2026).
Fasilitas Modern Disiapkan, Lounge Khusus PO Mulai Dibangun
Menghadapi transisi besar-besaran ini, pengelola terminal melakukan perombakan fasilitas layanan. Berbagai fasilitas baru disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang:
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| Toilet & Shower | Fasilitas kebersihan yang lebih layak dan memadai |
| Loker | Tempat penitipan barang bagi penumpang |
| Lounge Khusus PO | Ruang tunggu eksklusif untuk penumpang dan kru PO besar |
| Area Parkir Tertata | Penataan jalur keberangkatan dan area parkir bus |
Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) besar telah mulai membangun lounge dan membuka perwakilan di dalam kawasan terminal. Nama-nama besar yang terlihat memusatkan operasionalnya di Leuwipanjang antara lain:
- Budiman
- Sugeng Rahayu
- Sinar Jaya
- Gunung Harta
- Eka Mira
- Primajasa
Kehadiran lounge-lounge ini diharapkan memberikan ruang istirahat yang lebih nyaman bagi penumpang dan kru bus, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Digitalisasi Tiket dan Penataan Arus Kendaraan
Terkait proyeksi konsentrasi penumpang yang akan naik signifikan, Asep mengatakan pihaknya mendorong digitalisasi layanan tiket. Dengan sistem tiket daring, antrean panjang di loket fisik dapat dikurangi dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih efisien.