Selain itu, penataan jalur keberangkatan dan area parkir bus juga akan diperbaiki agar arus keluar-masuk kendaraan tetap terkendali, terutama saat lonjakan penumpang di musim liburan.
Pedagang Lokal Tetap Diakomodir
Asep menegaskan bahwa meski modernisasi digenjot, aktivitas ekonomi warga lokal dipastikan tidak akan terpinggirkan. Akses yang melewati area pedagang tetap dipertahankan agar mereka tetap dapat berjualan dan memperoleh penghasilan.
"Kami ingin memastikan bahwa peralihan ini tidak merugikan pedagang. Akses yang melewati area pedagang tetap dipertahankan agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," tutur Asep.
Terminal Leuwipanjang: Ibu Kota Jawa Barat Punya Pusat Transportasi Modern
Melalui langkah integrasi ini, Terminal Leuwipanjang diproyeksikan menjadi pusat utama aktivitas bus antarkota di Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat. Dengan standar kenyamanan yang lebih tinggi, terminal ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para pemudik dan pengguna jasa transportasi bus.
"Kami ingin memastikan bahwa peralihan ini tidak merugikan pedagang. Akses yang melewati area pedagang tetap dipertahankan agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," pungkas Asep.
Antisipasi Lonjakan di Momen Liburan
Dengan diproyeksikannya lonjakan hingga 12 ribu penumpang per hari di momen puncak, persiapan matang terus dilakukan. Pemerintah Kota Bandung bersama Dinas Perhubungan dan pengelola terminal terus berkoordinasi untuk memastikan transisi berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Masyarakat yang akan menggunakan layanan bus antarkota dari Bandung diimbau untuk:
- Menggunakan tiket daring untuk menghindari antrean panjang.
- Datang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan.
- Memeriksa jadwal keberangkatan melalui aplikasi atau website resmi PO.
- Memanfaatkan fasilitas lounge jika tersedia untuk kenyamanan sebelum perjalanan. (**)