“Artinya sebagian besar potensi ekonomi digital kita, likuiditas, aktivitas, bahkan inovasi, masih mengalir ke luar negeri,” ujarnya. Dengan hadirnya ekosistem yang aman dan teregulasi, diharapkan arus tersebut dapat kembali ke dalam negeri.
2. Perlindungan Konsumen dan Kepercayaan Institusional
Dengan status SRO yang diawasi OJK, ICEx bertanggung jawab atas :
- Pelaporan perdagangan
- Pemantauan integritas pasar
- Pengawasan anggota bursa
- Koordinasi dengan regulator
Mandat ini memperkuat kepercayaan publik sekaligus membuka peluang bagi masuknya investor institusional yang selama ini masih ragu karena ketiadaan infrastruktur berstandar global.
3. Fokus pada Produk Masa Depan: RWA dan Derivatif
Chief Financial Officer ICEx Group, Rizky Indraprasto, menyebut bahwa ICEx akan fokus pada pengembangan produk derivatif dan tokenisasi aset riil atau Real World Asset (RWA) .
“Fokus untuk membawa produk-produk sintetik seperti derivatif dengan order book yang lebih tebal, dengan lebih banyak variasi. Dan juga membantu kecepatan adopsi tokenisasi RWA di Indonesia,” ujar Rizky.
Grand Launching di The St. Regis Jakarta
CEO ICEx Group, Kai Pang (Pang Xue Kai), mantan CEO Tokocrypto yang sukses membawa perusahaan tersebut diakuisisi Binance, memimpin langsung peluncuran ini .
Dalam konferensi pers Grand Launching ICEx di The St. Regis Jakarta, Kamis (2/4/2026), Kai Pang menegaskan visi besar ICEx:
“Ini bukan sekadar pencapaian domestik. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto berkelas dunia dengan caranya sendiri.”