BEI telah menaikkan ketentuan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% untuk seluruh emiten. Kebijakan ini mengikuti peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kurangnya transparansi data kepemilikan saham di pasar modal Indonesia .
Sebelum transaksi ini, free float CUAN tercatat 15,89%. Dengan pelepasan saham oleh Prajogo, porsi free float akan meningkat seiring berkurangnya kepemilikan pengendali.
Konteks: Aksi Korporasi Serupa Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya Prajogo melepas saham CUAN. Pada Agustus 2025, ia menjual 1 miliar saham dengan harga Rp1.450 per unit, yang saat itu mengerek free float CUAN dari 15,03% menjadi 15,92% .
Pola serupa juga dilakukan pada emiten lain di bawah Grup Barito. Pemegang saham BREN dan PTRO juga tercatat melepas saham untuk tujuan yang sama .
Sebaliknya, dalam beberapa bulan sebelumnya, Prajogo juga tercatat beberapa kali melakukan akumulasi pembelian saham CUAN—termasuk pada Januari 2026 saat ia membeli jutaan saham untuk tujuan investasi pribadi . Aksi borong tersebut menunjukkan komitmennya sebagai pemegang saham pengendali.
Dampak pada Harga Saham
Transaksi penjualan ini terjadi saat harga saham CUAN sedang tertekan. Pada Kamis (2/4/2026), harga CUAN ditutup melemah 7,52% ke level Rp1.045 per saham, dan tercatat turun 9,13% dalam lima hari perdagangan .
Sebagai perbandingan, pada awal tahun 2026, harga CUAN sempat menyentuh level Rp2.200, sebelum mengalami tekanan dan sempat pulih ke level Rp2.020 pada pertengahan Januari.
Prospek ke Depan
Meskipun melepas sebagian saham untuk memenuhi aturan free float, Prajogo menegaskan dalam laporan keterbukaan informasi bahwa ia akan tetap mempertahankan status pengendalian atas CUAN .