"Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM. Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal," tuturnya.
Firnando menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk nyata dari cost-push inflation (inflasi karena tekanan biaya), di mana kenaikan biaya input produksi memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan. Dalam kondisi seperti ini, UMKM menjadi pihak yang paling rentan karena keterbatasan daya tawar dan akses terhadap alternatif bahan baku.
| Dampak Kenaikan Harga Plastik | Keterangan |
|---|---|
| Tekanan margin keuntungan | Biaya produksi naik, harga jual sulit dinaikkan |
| Risiko kehilangan konsumen | Jika menaikkan harga, konsumen bisa beralih |
| Potensi inflasi sektor informal | Harga barang kebutuhan sehari-hari ikut naik |
| Penurunan daya tahan UMKM | Usaha kecil berisiko gulung tikar |
Rekomendasi Firnando Ganinduto: 4 Langkah Strategis
Firnando menilai, pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag), perlu segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku di pasar domestik. Berikut rekomendasinya:
| Langkah | Keterangan |
|---|---|
| 1. Pengawasan distribusi bahan baku | Memastikan rantai pasok tidak terhambat oleh spekulan |
| 2. Penguatan industri petrokimia dalam negeri | Mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global |
| 3. Percepatan impor bahan baku plastik | Menjalin kerja sama langsung dengan negara produsen |
| 4. Koordinasi lintas kementerian | Kebijakan tidak hanya jangka pendek, tetapi berkelanjutan |
"Kemendag harus lebih aktif dalam menjaga keseimbangan pasar. Jangan sampai pelaku UMKM terus menjadi pihak yang menanggung beban dari gejolak global. Intervensi yang cepat dan tepat, termasuk percepatan impor bahan baku plastik dari negara produsen, sangat dibutuhkan agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga," imbuh Firnando.
Penyebab Lonjakan: Gangguan Rantai Pasok Global
Kenaikan harga plastik dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah yang memanas. Industri petrokimia sebagai pemasok utama bahan baku plastik mengalami tekanan, sehingga harga bahan baku naik dan berdampak hingga ke tingkat pedagang eceran.
"Kenaikan harga yang dipicu gangguan rantai pasok global dan industri petrokimia ini tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi sektor riil," tegas Firnando.
Harapan ke Depan: Perlindungan Berkelanjutan bagi UMKM
Firnando mendorong adanya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pelaku usaha jika terjadi kasus tersendatnya bahan baku plastik di masa depan.
Pedagang pasar dan pelaku UMKM berharap pemerintah segera turun tangan. Pasalnya, beban kenaikan biaya kemasan plastik saat ini sepenuhnya ditanggung oleh pedagang.