Realisasi: Hanya 85% yang Terserap
Dadan menambahkan, hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan.
"Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2," katanya.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Unit dikontrakkan | 25.644 unit |
| Unit terealisasi | 21.801 unit (85,01%) |
| Unit tidak terealisasi | 3.843 unit (14,99%) |
Dadan juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit adalah tidak benar. Pengadaan ini juga bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari perencanaan tahun sebelumnya.
Polemik yang Viral
Sebelumnya, video yang memperlihatkan ratusan unit sepeda motor listrik baru terbungkus plastik dengan stiker BGN viral di media sosial. Warganet menyoroti:
- Urgensi pembelian di tengah efisiensi anggaran
- Harga satuan mencapai Rp56,8 juta per unit (tergolong premium)
- Transparansi pengadaan yang menggunakan sistem e-purchasing
Berdasarkan data, total anggaran yang digelontorkan untuk 21.801 unit ini mencapai sekitar Rp1,238 triliun.
Perbandingan Anggaran: Motor Listrik vs Kesejahteraan Guru
Sebagai gambaran, uang sebesar Rp1,238 triliun dapat digunakan untuk:
| Perbandingan | Angka |
|---|---|
| Gaji guru honorer (1 bulan) | 309.000 orang |
| Guru dari pertama kerja sampai pensiun (30 tahun) | 860 orang |
| Proporsi guru SD nasional (1 bulan) | 20% |
Ke Depan: Tidak Ada Lagi Pembelian
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa ke depan tidak akan ada lagi pembelian motor listrik untuk program MBG. Ia berjanji akan memantau dengan lebih ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depannya.
"Yang jelas ke depan, tidak ada lagi," tegas Purbaya.