Selain mengangkut manusia, konektivitas yang dibangun jalur kereta ini juga berkontribusi terhadap distribusi hasil pertanian Garut yang dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Jawa Barat.
Berbagai komoditas seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk hingga alpukat diproduksi setiap hari dan didistribusikan ke berbagai daerah.
"Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya akan dirasakan lebih luas. Petani mendapatkan akses pasar yang lebih besar, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat memperoleh produk segar dari daerah penghasil," jelas Anne.
Anne menilai pertumbuhan pelanggan KA Cikuray menunjukkan bahwa transportasi publik yang terjangkau masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
"Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, peluang menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka," tutupnya.
Di tengah kemacetan jalan raya dan tingginya biaya perjalanan antarkota, KA Cikuray tampaknya berhasil membuktikan satu hal sederhana terkadang yang dibutuhkan masyarakat bukan transportasi paling mewah, melainkan transportasi yang mampu membawa mereka sampai tujuan dengan aman, nyaman, dan tetap ramah terhadap isi dompet.*****
Artikel Terkait
Tanaman Hias Naik Kasta: Dulu Cuma Pajangan Teras, Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Hijau dan Bisnis Miliaran
Mekeu Sebut Konsumsi Rumah Tangga Jadi “Pahlawan” Ekonomi RI 2026, Pemerintah Klaim Daya Beli Masih Perkasa Meski Warung Mulai Sepi
Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen, Tapi Dompet Rakyat Masih Diajak Sabar: Pemerintah Genjot Belanja, Dunia Kasih Tekanan
Harga Beras di Garut Terancam Naik: Tikus Panen Duluan, Emak-Emak Diminta Siapkan Dompet Cadangan
AHY Bicara Infrastruktur Hijau: Jangan Sampai Gunung Dikeruk, Banjir yang Panen
Libur Kenaikan Yesus 2026 Bikin Jalan Tol Seperti Karnaval : 487 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Rupiah Tembus Rp17.663 per Dolar AS, Prabowo Minta Rakyat Tenang "Orang Desa Tidak Pakai Dolar"
Kemenkeu Bantah Purbaya Usir Investor Asing: Hoaks Beredar Saat Iklim Investasi Sedang Sama Sensitifnya dengan Kurs Rupiah
Rupiah Tembus Rp17.640 per Dolar, Istana Gelar Rapat Ekonomi Dua Jam dan Ini Hasilnya
Koperasi Merah Putih Dikebut di Jawa Barat, Pemerintah Janji Warga Tak Lagi Keliling Cari LPG dan Beras