Kamis, 4 Juni 2026

KA Cikuray Makin Diminati, Tiket Rp45 Ribu Berhasil Menyatukan Garut, Bandung dan Jakarta dalam Satu Gerbong Harapan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:05 WIB
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai )
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai )

LOCUSonline - Di tengah biaya hidup yang terus berlomba naik lebih cepat daripada jadwal gajian, KA Cikuray justru tampil sebagai salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Kereta ekonomi bersubsidi yang menghubungkan Garut, Bandung Raya hingga Jakarta ini tercatat telah melayani 2.226.342 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2022 hingga April 2026.

Secara satir, ketika harga berbagai kebutuhan terus mendaki seperti jalur pegunungan Garut, tiket KA Cikuray dengan tarif terjauh hanya Rp45.000 tetap menjadi bukti bahwa masih ada perjalanan lintas kota yang lebih murah daripada biaya nongkrong satu malam di kafe perkotaan.

Program kereta bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang didukung pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian ini menjadi pilihan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pedagang, pelaku UMKM hingga wisatawan.

Data PT KAI menunjukkan tren penggunaan KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk relasi Garut–Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan naik dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 pelanggan pada 2023 atau tumbuh 72,85 persen. Pada 2024 jumlahnya kembali meningkat menjadi 305.959 pelanggan, lalu bertambah menjadi 313.926 pelanggan sepanjang 2025.

Baca Juga: Jadwal dan Cara Cek PKH 2026 Lewat HP, Lengkap dengan Penyebab Bansos Gagal Cair

Kondisi serupa terjadi pada relasi Pasar Senen-Garut (KA 300). Jumlah pelanggan meningkat dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 pelanggan pada 2023. Angka tersebut kemudian bertambah menjadi 285.130 pelanggan pada 2024 dan mencapai 301.797 pelanggan pada 2025.

Secara keseluruhan, sepanjang 2022 hingga 2025 KA Cikuray telah mengangkut lebih dari dua juta penumpang. Sementara pada periode Januari hingga April 2026 saja, jumlah pelanggan sudah mencapai 211.498 orang.

Vice President Corporate Communication Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan KA Cikuray semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat.

"KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu, pekerja menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati Garut, hingga masyarakat yang bepergian untuk bertemu keluarga dan kerabat," ujar Anne.

Menurutnya, kereta tersebut bukan hanya alat transportasi, melainkan sarana yang menghubungkan berbagai kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.

KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yaitu Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Pasar Senen.

Perjalanan ini melintasi beragam kawasan ekonomi. Dari sentra pertanian dan perdagangan hasil bumi di Garut, pusat pendidikan dan ekonomi kreatif di Bandung Raya, kawasan wisata Purwakarta, hingga jantung industri nasional di Karawang dan Cikarang.

Secara satir, satu rangkaian KA Cikuray bisa mengangkut penumpang dari ladang kentang Garut menuju kawasan pabrik otomotif Karawang, lalu berakhir di hiruk-pikuk ibu kota. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bagaimana ekonomi Indonesia bergerak dalam satu rel yang sama.

Baca Juga: Info Harga Rupiah Tembus Rp17.855 per Dolar AS, Mata Uang RI Kini Jadi Samsak Ekonomi Global

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X