LOCUSonline, JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi desa yang sering kali ramai slogan tetapi minim perubahan nyata, Abdusy Syakur Amin memilih mendatangi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia untuk membahas cara agar desa tidak hanya sibuk jadi objek program, tetapi benar-benar mampu menghasilkan kesejahteraan.
Kunjungan kerja itu dilakukan Bupati Garut ke kantor Kemendes PDT RI di Jakarta, Selasa (12/5/2026), dan diterima langsung Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah strategi penguatan ekonomi desa di Kabupaten Garut. Fokus pembahasan diarahkan pada pengembangan desa wisata, desa tematik, desa ekspor, hingga percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Topik ini terasa penting karena selama ini banyak desa punya potensi besar, tetapi sering berhenti di baliho promosi dan seminar tanpa ujung yang jelas.
Baca Juga: Aceng Sambas Transfer Rp.66 Juta Ke Oknum Humas PT Pratama Abadi Industri, Aceng Nasir : Hoaxs!
Yandri Susanto menegaskan kesejahteraan masyarakat sebenarnya sangat bergantung pada tata kelola desa yang tepat.
"Kalau desa dikelola dengan baik, maka kesejahteraan akan muncul dan angka kemiskinan bisa ditekan, terutama masyarakat pada desil 1 sampai desil 5," ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran halus bahwa dana desa yang setiap tahun triliunan rupiah digelontorkan negara seharusnya tidak habis hanya untuk proyek seremonial, gapura megah atau rapat berkepanjangan yang hasilnya sulit dirasakan warga.
Dalam pertemuan itu, beberapa program prioritas yang dibahas meliputi:
- Pengembangan desa wisata dan desa tematik berbasis potensi lokal.
- Mendorong desa ekspor agar produk desa mampu masuk pasar nasional hingga internasional.
- Penguatan tata kelola desa untuk menekan angka kemiskinan ekstrem.
Yandri juga memberi sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah desa di Garut yang dinilai potensial masuk program prioritas Kemendes PDT RI.
Sementara itu, Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan dari Kemendes PDT. Ia berharap sinergi tersebut segera menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat desa di Garut.
Menurut Syakur, potensi desa di Garut cukup besar, mulai dari sektor wisata, pertanian, hingga produk UMKM. Namun, semua itu membutuhkan dukungan program dan tata kelola yang serius agar tidak berhenti sebagai potensi di atas kertas.
Di tengah banyaknya desa yang masih bergelut dengan kemiskinan, pengangguran, dan minim akses ekonomi, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan desa seharusnya tidak sekadar menjadi bahan pidato tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi warga.
Karena masyarakat desa hari ini tidak lagi butuh janji yang dibungkus seminar, melainkan program yang bisa langsung menghidupkan dapur mereka.*****
Artikel Terkait
Jembatan Hanyut, Warga Bertahun-Tahun “Uji Nyali”: Bupati Garut Janjikan Akses Baru untuk Kadongdong–Padahurip
Kasus Campak dan Rubela di Garut Meledak, Anak-anak Jadi Korban Imunisasi Mendadak Dicari
TMMD Garut: Saat Ibu-Ibu Desa Mekarmulya Jadi “Kontraktor Dadakan”, Jalan Desa Akhirnya Dibangun dengan Tenaga Gotong Royong
TMMD Garut: Saat Prajurit Jadi Tukang Bangunan, Rumah Reyot Warga Disulap Tanpa Tender Miliaran
Skandal Limbah PT Pratama Abadi Industri Disorot, Dana Rp66 Juta ke Rekening Pribadi Humas PT Pratama Abadi Industri?
Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Pemkab Garut Akhirnya Turun Tangan: Warga Ikut Patungan Rp530 Juta demi Akses Desa
Bupati Garut Dorong Event dan Bansos Jadi Mesin Ekonomi, Investor Masih Sibuk “Wait and See”
Rumah Kreator Konten Garut Hangus Terbakar, Kritik Desa Berujung Teror? Polisi Diminta Jangan Cuma Jadi Penonton
Bupati Garut Gaspol Pompa Air dan Irigasi: Sawah Jangan Sampai Kering, Bantuan Jangan Hilang Duluan
Aceng Sambas Transfer Rp.66 Juta Ke Oknum Humas PT Pratama Abadi Industri, Aceng Nasir : Hoaxs!