Kamis, 4 Juni 2026

Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 13 Mei 2026 | 23:30 WIB
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini AI)
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini AI)

LOCUSonline, GARUT - Di tengah ancaman musim kemarau yang biasanya bikin petani waswas dan harga pangan gampang panas, Badan Urusan Logistik memastikan stok beras di Kabupaten Garut masih aman dan melimpah. Singkatnya, untuk urusan nasi di meja makan warga, pemerintah mengklaim belum ada alarm bahaya.

Pimpinan Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog Garut diperkirakan cukup hingga akhir tahun 2026.

"Ya aman, sangat aman. Karena stok Bulog banyak dan masih terus berjalan. Saya yakin juga pemerintah dan kementerian pertanian sudah mengantisipasi," kata Johan Wahyudi usai melakukan pengecekan stok di Gudang Bulog Garut, Selasa (12/5/2026).

Menurut Johan, total stok beras untuk wilayah Garut saat ini mencapai sekitar 14 ribu ton. Sebanyak 2.700 ton tersimpan di Gudang Bulog Garut, sementara sisanya berada di empat gudang mitra Bulog lainnya.

Jumlah tersebut disebut cukup untuk menjaga kebutuhan pasar dan masyarakat selama musim kemarau. Di saat sebagian daerah mulai khawatir soal ancaman gagal panen dan kenaikan harga pangan, Bulog justru mengklaim gudangnya masih gemuk.

Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Garut Seret: Urea Kurang Dilirik, Pupuk Organik Bernasib Tragis, NPK Jadi Primadona Baru Petani

Bulog juga menegaskan sebagian besar stok tersebut berasal dari hasil serapan gabah petani Garut sendiri. Artinya, beras lokal masih menjadi tulang punggung pasokan pangan daerah.

"Kita mayoritas serap hasil panen dari petani Garut. Pokoknya kita prioritaskan yang di sini," ujarnya.

Meski demikian, Johan tidak menutup mata terhadap ancaman kekeringan yang mulai berdampak pada lahan pertanian menjelang musim kemarau. Penyerapan gabah diperkirakan bakal ikut melambat karena sebagian sawah mulai mengalami keterbatasan air.

Namun pemerintah disebut sudah menyiapkan langkah antisipasi agar kemarau tidak berubah jadi krisis pangan. Salah satunya melalui program pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi di sejumlah wilayah pertanian.

"Irigasinya sudah bagus, pompa juga sudah banyak, jadi dampaknya tidak terlalu berat," katanya.

Pernyataan Bulog ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terkait stabilitas pangan di tengah cuaca ekstrem. Sebab setiap musim kemarau datang, yang sering lebih dulu kering biasanya bukan sawah saja, tapi juga dompet warga saat harga beras naik di pasar.

Untuk sementara, Bulog memastikan stok masih aman. Tinggal tantangan berikutnya adalah  memastikan harga tetap stabil dan beras benar-benar sampai ke masyarakat, bukan cuma aman di gudang dan laporan rapat.*****

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X