LOCUSonline, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut mulai bergerak lebih awal menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah ramainya pasar hewan dan meningkatnya perburuan sapi serta kambing kurban, Pemkab Garut menurunkan tim kesehatan hewan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di pasaran benar-benar sehat, layak sembelih, dan aman dikonsumsi masyarakat. Sebab, yang dikurbankan seharusnya hewan ternak, bukan standar kesehatan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, mengatakan sebanyak 100 petugas pemeriksa hewan telah disiapkan untuk melakukan pengawasan di berbagai wilayah Garut selama periode Idul Adha 2026.
"Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, kami menyiapkan 100 petugas pemeriksa hewan kurban yang akan diterjunkan ke lapangan," ujar Dyah di Garut, Kamis.
Tim tersebut bukan sekadar rombongan pemeriksa biasa. Pemkab Garut mengerahkan dokter hewan, paramedis veteriner, inseminator, pengawas mutu bibit, pengawas mutu pakan ternak, hingga tenaga teknis lapangan. Bahkan organisasi Persatuan Dokter Hewan Indonesia turut dilibatkan agar pemeriksaan tidak sekadar formalitas tahunan yang selesai setelah foto dokumentasi.
Baca Juga: Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit, memenuhi standar kesehatan, serta layak dipotong dan dibagikan kepada masyarakat. Pemerintah tampaknya tidak ingin momen ibadah berubah menjadi bonus masalah kesehatan akibat hewan yang sakit tetapi dipoles sehat di kandang penjualan.
Menurut Dyah, pengawasan terpadu ini juga menjadi peringatan halus bagi para pedagang agar tidak nekat menjual hewan yang kondisinya meragukan. Sebab, di musim kurban, kadang ada saja sapi spesial yang lebih banyak dramanya daripada bobot timbangannya.
"Pengawasan ini bertujuan menjamin kesehatan hewan kurban dan higienitas pangan selama proses penyembelihan agar masyarakat mendapatkan daging yang benar-benar sehat dan berkualitas," katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat tidak sepenuhnya menyerahkan urusan kesehatan hewan kepada petugas. Warga diminta tetap teliti saat membeli hewan kurban, mulai dari memeriksa kondisi fisik ternak hingga memastikan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Pemeriksaan sederhana seperti melihat mata hewan, kondisi bulu, nafsu makan, hingga gerak tubuh dinilai penting dilakukan. Karena di pasar hewan, tidak semua yang gemuk otomatis sehat, sama seperti tidak semua yang berseragam otomatis bekerja maksimal.
Langkah pengawasan ini dilakukan Pemkab Garut untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat dan sesuai syariat. Di tengah tingginya permintaan hewan kurban setiap tahun, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya tergiur ukuran tubuh ternak, tetapi juga memperhatikan kualitas kesehatannya.*****
Artikel Terkait
TMMD Garut: Saat Prajurit Jadi Tukang Bangunan, Rumah Reyot Warga Disulap Tanpa Tender Miliaran
Bupati Garut Gaspol Pompa Air dan Irigasi: Sawah Jangan Sampai Kering, Bantuan Jangan Hilang Duluan
Aceng Sambas Transfer Rp.66 Juta Ke Oknum Humas PT Pratama Abadi Industri, Aceng Nasir : Hoaxs!
Bupati Garut Sambangi Kemendes PDT: Desa Jangan Cuma Jadi Tempat Janji Kampanye, Tapi Harus Bisa Hasilkan Uang
Wabup Relokasi PKL Garut: Pedagang Dipinggir Jalan Mau “Diselamatkan”, Kantor Bupati Sekalian Disulap Jadi Wisata Kuliner
TMMD Garut di Malangbong: Saat Warga Turun Angkut Batu, Negara Akhirnya Terlihat Datang ke Kampung
Sekolah Rakyat Garut Dikebut: Jangan Sampai Anak Miskin Kebagian Janji, Bangunan Belum Jadi
Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu
TMMD Garut Bangun Sumur Bor: Air Bersih Akhirnya Tidak Lagi Jadi Barang Mewah Warga Desa
Sekolah Rakyat di Garut Masuk Tahap Survei: Negara Mulai Cari Tanah yang Tidak Longsor, Tidak Sengketa, dan Tidak Bikin Pusing