Kamis, 4 Juni 2026

Jelang Idul Adha, Pemkab Garut Turunkan 100 Petugas Cek Hewan Kurban: Sapi Sehat Dijaga, Pedagang Nakal Diawasi

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Jumat, 15 Mei 2026 | 20:00 WIB
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri. (Foto: Diskominfo Garut)
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri. (Foto: Diskominfo Garut)

LOCUSonline, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut mulai bergerak lebih awal menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah ramainya pasar hewan dan meningkatnya perburuan sapi serta kambing kurban, Pemkab Garut menurunkan tim kesehatan hewan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di pasaran benar-benar sehat, layak sembelih, dan aman dikonsumsi masyarakat. Sebab, yang dikurbankan seharusnya hewan ternak, bukan standar kesehatan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, mengatakan sebanyak 100 petugas pemeriksa hewan telah disiapkan untuk melakukan pengawasan di berbagai wilayah Garut selama periode Idul Adha 2026.

"Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, kami menyiapkan 100 petugas pemeriksa hewan kurban yang akan diterjunkan ke lapangan," ujar Dyah di Garut, Kamis.

Tim tersebut bukan sekadar rombongan pemeriksa biasa. Pemkab Garut mengerahkan dokter hewan, paramedis veteriner, inseminator, pengawas mutu bibit, pengawas mutu pakan ternak, hingga tenaga teknis lapangan. Bahkan organisasi Persatuan Dokter Hewan Indonesia turut dilibatkan agar pemeriksaan tidak sekadar formalitas tahunan yang selesai setelah foto dokumentasi.

Baca Juga: Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit, memenuhi standar kesehatan, serta layak dipotong dan dibagikan kepada masyarakat. Pemerintah tampaknya tidak ingin momen ibadah berubah menjadi bonus masalah kesehatan akibat hewan yang sakit tetapi dipoles sehat di kandang penjualan.

Menurut Dyah, pengawasan terpadu ini juga menjadi peringatan halus bagi para pedagang agar tidak nekat menjual hewan yang kondisinya meragukan. Sebab, di musim kurban, kadang ada saja sapi spesial yang lebih banyak dramanya daripada bobot timbangannya.

"Pengawasan ini bertujuan menjamin kesehatan hewan kurban dan higienitas pangan selama proses penyembelihan agar masyarakat mendapatkan daging yang benar-benar sehat dan berkualitas," katanya.

Baca Juga: Bupati Garut Sambangi Kemendes PDT: Desa Jangan Cuma Jadi Tempat Janji Kampanye, Tapi Harus Bisa Hasilkan Uang

Meski demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat tidak sepenuhnya menyerahkan urusan kesehatan hewan kepada petugas. Warga diminta tetap teliti saat membeli hewan kurban, mulai dari memeriksa kondisi fisik ternak hingga memastikan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Pemeriksaan sederhana seperti melihat mata hewan, kondisi bulu, nafsu makan, hingga gerak tubuh dinilai penting dilakukan. Karena di pasar hewan, tidak semua yang gemuk otomatis sehat, sama seperti tidak semua yang berseragam otomatis bekerja maksimal.

Langkah pengawasan ini dilakukan Pemkab Garut untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat dan sesuai syariat. Di tengah tingginya permintaan hewan kurban setiap tahun, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya tergiur ukuran tubuh ternak, tetapi juga memperhatikan kualitas kesehatannya.*****

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X