Kamis, 4 Juni 2026

TMMD Garut 2026 Jadi “Festival Cetak KTP”: Warga Malangbong Akhirnya Tak Perlu Ziarah ke Kantor Disdukcapil

Photo Author
Bhegin, Makmur Suradi, Locusonline.co
- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut yang membuka layanan langsung di Desa Mekarmulya (Foto: Istimewa)
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut yang membuka layanan langsung di Desa Mekarmulya (Foto: Istimewa)

LOCUSonline, GARUT - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026 di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026), tak hanya dipenuhi kegiatan pembangunan jalan dan gotong royong. Tahun ini, warga juga kedatangan pasukan penyelamat administrasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut yang membuka layanan langsung di lokasi kegiatan.

Bagi masyarakat desa, kehadiran layanan administrasi keliling ini terasa seperti kabar gembira nasional. Sebab biasanya, mengurus KTP atau Kartu Keluarga identik dengan perjalanan jauh ke pusat kota, ongkos tambahan, hingga drama fotokopi yang selalu kurang satu lembar.

Melalui layanan jemput bola tersebut, Disdukcapil Garut melayani perekaman dan pencetakan KTP elektronik, penerbitan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian langsung di GOR Desa Mekarmulya.

Hasilnya, sejak pagi warga berdatangan membawa map plastik andalan masing-masing demi memastikan identitas mereka akhirnya diakui negara tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

Baca Juga: TMMD Kodim 0611 Garut Bangun Jalan Desa Mekarmulya: Kini Kakek Pengrajin Gula Aren Tak Lagi Bertaruh Nyawa di Jalan Licin

Kepala Disdukcapil Garut Rena Sudrajat mengatakan keterlibatan pihaknya dalam TMMD merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pelayanan publik hingga ke pelosok desa.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak memperoleh dokumen kependudukan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan.

"Administrasi kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang tanpa diskriminasi pelayanan publik dan profesional," ujar Rena.

Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil mencatat 11 warga melakukan perekaman KTP elektronik, 77 keping KTP dicetak, 59 dokumen KK diterbitkan, 58 akta kelahiran selesai diproses, serta satu akta kematian diterbitkan.

Meski terdengar administratif, angka-angka itu sebenarnya cukup penting. Sebab di era modern, seseorang bisa dikenal satu kampung sejak lahir, tetapi tetap dianggap belum resmi ada jika belum punya dokumen kependudukan lengkap.

Baca Juga: Libur Sekolah Bukan Rebahan: Anak-Anak Desa Cikadongdong Pilih Angkat Batu Demi Jalan Kampung Agar Tak Lagi Mirip Kubangan

Warga pun menyambut positif pelayanan tersebut. Banyak yang mengaku terbantu karena proses pengurusan berlangsung cepat, transparan, dan gratis. Tiga kata yang bagi sebagian masyarakat kadang terdengar lebih langka dibanding jalan mulus di daerah terpencil.

Selain melayani administrasi, Disdukcapil juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan yang valid dan lengkap. Sebab, di zaman serba digital, urusan bantuan sosial hingga layanan kesehatan sering kali kalah oleh satu pertanyaan sederhana “KTP dan KK-nya ada?”

Melalui kolaborasi bersama TMMD, Pemerintah Kabupaten Garut berharap pelayanan publik tidak lagi hanya berhenti di slogan, tetapi benar-benar hadir sampai ke desa-desa yang selama ini lebih akrab dengan antrean daripada kemudahan layanan.*****

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X