Ia menekankan pentingnya pengelolaan air secara bijak serta menjaga lingkungan, termasuk tidak membakar sampah sembarangan, kebiasaan lama yang sering kali baru disadari berbahaya ketika api sudah terlanjur membesar.
Menurut Asep, penurunan drastis debit air adalah konsekuensi yang hampir pasti terjadi dalam transisi menuju kemarau murni. Karena itu, masyarakat diminta mulai memetakan potensi risiko sejak dini, sebelum krisis benar-benar terasa.
Di tengah upaya percepatan ini, satu hal menjadi jelas bahwa bencana mungkin tak bisa dicegah, tetapi respons terhadapnya selalu menjadi cermin kesiapan sistem. Kadang cepat, kadang tersendat dan sering kali baru terasa serius setelah dampaknya nyata.
Namun setidaknya, kali ini pemerintah mencoba berlari lebih dulu meski tetap sambil memastikan administrasi tidak tertinggal di belakang.*****