Namun di balik segala kerumitan itu, program Pajero setidaknya memberi pesan sederhana: identitas kependudukan bukan hanya milik warga yang sehat, kuat, dan mampu datang ke kantor pemerintahan. Mereka yang selama ini hidup di pinggir perhatian negara pun tetap berhak tercatat, dikenali, dan dilayani.
Di era digital yang gemar bicara big data dan transformasi pelayanan publik, langkah sederhana mengetuk pintu rumah warga rentan justru menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik kadang dimulai dari keberanian mendatangi mereka yang selama ini nyaris tak terdengar.*****