BANDUNG – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tak main-main dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Kali ini, bank pelat merah tersebut memperkuat komitmennya dengan menjadi Official Bank Partner dalam ajang bergengsi HijabFest Ramadan 2026 di Kota Bandung. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sektor fesyen muslim adalah salah satu tulang punggung industri halal Tanah Air.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan bahwa pengembangan modest fashion bukan hanya tanggung jawab pelaku usaha, tetapi juga menjadi agenda strategis pemerintah dan perbankan.
Bandung: Episentrum Fesyen Muslim Nasional
RCEO BSI Regional 6 Bandung, Fitria Ekayani, menegaskan bahwa pemilihan Bandung sebagai lokasi HijabFest bukanlah tanpa alasan. Kota Kreatif ini memang telah lama dikenal sebagai episentrum fesyen muslim di Indonesia.
"Bandung dikenal sebagai salah satu episentrum fesyen muslim nasional. Melalui Hijab Fest Ramadan 2026, BSI Regional 6 ingin mendorong pelaku UMKM fesyen agar dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat bisnis mereka," jelas Fitria.
Potensi pasarnya pun luar biasa. Belanja domestik masyarakat Indonesia untuk sektor fesyen muslim diperkirakan mencapai Rp290 triliun. Angka yang sangat menggoda dan sayang jika tidak dikelola dengan baik.
Dari Transaksi Tunai Menuju Rekam Jejak Digital
Kehadiran BSI di HijabFest tidak hanya sekadar memfasilitasi transaksi jual-beli. Lebih dari itu, BSI mendorong para pelaku UMKM untuk bertransformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI, khususnya dengan menggunakan QRIS.
Mengapa ini penting? Fitria menjelaskan, rekam jejak transaksi digital adalah kunci bagi UMKM untuk naik kelas.