Kamis, 4 Juni 2026

Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Fesyen Muslim Lewat HijabFest Ramadan 2026 di Bandung

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 8 Maret 2026 | 10:10 WIB



"Melalui digitalisasi transaksi menggunakan QRIS BYOND by BSI, pelaku UMKM dapat memiliki credit history yang lebih jelas sehingga mereka dapat berkembang dari usaha berbasis tunai menjadi usaha yang bankable dan siap naik kelas," tambahnya.





Dengan kata lain, setiap transaksi digital adalah investasi masa depan. Semakin rapi catatan keuangan, semakin mudah akses pembiayaan yang lebih besar.





Lima Pilar Strategi BSI Kembangkan UMKM





Di tingkat nasional, SVP Islamic Ecosystem BSI, Rima Dwi Permatasari, menegaskan bahwa BSI tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi.





"BSI hadir untuk memastikan pelaku UMKM, khususnya di sektor fesyen muslim, tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, akses pasar, serta dukungan digitalisasi agar dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Rima.





Strategi pengembangan UMKM ini dijalankan melalui lima pilar utama:





PilarFokus
Peningkatan Kapasitas SDMPelatihan dan pendampingan
Fasilitasi Sertifikasi HalalLegalitas produk
Integrasi Rantai PasokKoneksi hulu-hilir
Akses Pembiayaan SyariahModal usaha
Digitalisasi UsahaTransaksi dan rekam jejak




Hasil Nyata: Lebih dari 4.900 UMKM Telah Dibina





Komitmen BSI bukan isapan jempol. Hingga saat ini, BSI tercatat telah membina lebih dari 4.900 UMKM melalui berbagai program inkubasi dan fasilitas BSI UMKM Center. Angka ini membuktikan bahwa sinergi antara perbankan syariah dan pelaku usaha dapat menciptakan dampak yang nyata dan terukur.





HijabFest Ramadan 2026 bukan sekadar pameran. Ia adalah simbol kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem fesyen muslim yang kuat dan berkelanjutan. Dengan dukungan BSI, para desainer dan pengusaha lokal tidak hanya mendapatkan panggung untuk menjual produk, tetapi juga dibekali dengan kemampuan untuk tumbuh dan bersaing di era digital.





Potensi Rp290 triliun ada di depan mata. Kini, tinggal bagaimana para pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk melompat lebih tinggi. (**)

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X