Meski begitu, bagi investor ritel yang melihat portofolionya merah menyala sejak pagi, kalimat investasi jangka panjang mungkin terdengar seperti nasihat klasik yang selalu muncul tiap kali pasar sedang jungkir balik.
Sementara itu, pengamat menilai kombinasi sentimen global, keluarnya saham dari indeks MSCI, dan kebijakan ekonomi nasional yang berubah cepat membuat pasar modal Indonesia sedang memasuki fase penuh ketidakpastian. Dan seperti biasa, pasar saham tidak suka kejutan apalagi kejutan yang datang tanpa petunjuk teknis yang jelas.*****
Artikel Terkait
Libur Kenaikan Yesus 2026 Bikin Jalan Tol Seperti Karnaval : 487 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Rupiah Tembus Rp17.663 per Dolar AS, Prabowo Minta Rakyat Tenang "Orang Desa Tidak Pakai Dolar"
Kemenkeu Bantah Purbaya Usir Investor Asing: Hoaks Beredar Saat Iklim Investasi Sedang Sama Sensitifnya dengan Kurs Rupiah
Rupiah Tembus Rp17.640 per Dolar, Istana Gelar Rapat Ekonomi Dua Jam dan Ini Hasilnya
Koperasi Merah Putih Dikebut di Jawa Barat, Pemerintah Janji Warga Tak Lagi Keliling Cari LPG dan Beras
Isfy Putri dan Ayam Bengras Garut: Saat Anak Muda Pilih Jualan Ayam Rp7 Ribu daripada Cuma Jadi Penonton Kesuksesan Orang Lain
Anggaran MBG Dipangkas Rp67 Triliun, Pemerintah Janji Anak Sekolah Tetap Kenyang Meski APBN Lagi Diet
Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila: Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Muncul Saat Potong Pita
Pertamina Temukan 11 Miliar Barel “Minyak Bukan Kaleng-Kaleng”, Investor Masih Dicari, Fiskal Masih Dinego
Rupiah Melemah, Orang Kantoran Mulai Tinggalkan Mal: Bekal dari Rumah Kini Lebih Romantis daripada Food Court