ekonomi

Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila: Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Muncul Saat Potong Pita

Rabu, 20 Mei 2026 | 23:05 WIB
Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Menurutnya, sebanyak 1.061 koperasi sudah beroperasi dan pemerintah menargetkan minimal 20 ribu koperasi aktif pada Agustus 2026. Sementara hingga akhir tahun, targetnya menembus lebih dari 60 ribu unit.

Bagi pemerintah, koperasi diposisikan sebagai senjata ekonomi kerakyatan agar desa tidak hanya menjadi tempat konsumen membeli produk kota, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi sendiri.

Di sektor energi, Prabowo menegaskan pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. Targetnya cukup ambisius: membangun 100 gigawatt tenaga surya dalam tiga tahun.

Program itu akan dipadukan dengan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.

"Kita akan hilangkan ketergantungan impor BBM," kata Prabowo.

Di tengah harga energi global yang sering bikin dompet rakyat megap-megap, pemerintah tampaknya ingin menunjukkan bahwa masa depan energi Indonesia tidak bisa terus bergantung pada impor.

Pidato Prabowo kali ini seolah menjadi pesan bahwa ekonomi Pancasila ingin dihidupkan kembali bukan sebagai slogan dinding kantor pemerintahan, melainkan sebagai strategi politik dan ekonomi menghadapi ketimpangan sosial yang makin terasa.

Namun seperti biasa, publik tentu menunggu satu hal paling penting: apakah semua pidato itu benar-benar turun menjadi kebijakan nyata, atau kembali berhenti sebagai tepuk tangan di ruang sidang parlemen.*****

Halaman:

Tags

Terkini