berita-daerah

TMMD Garut 2026: Saat Jalan Desa Dibangun dengan Cangkul, Keringat, dan Makan Siang Ala Rakyat Bersatu

Minggu, 10 Mei 2026 | 15:30 WIB
Warga terlihat bekerja berdampingan dengan anggota TNI. Setelah lelah mengangkut material dan meratakan jalan, mereka beristirahat sambil menikmati makan siang sederhana bersama. (Dokumentasi kegiatan TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut, 2026.)

GARUT — Di tengah zaman ketika banyak orang lebih akrab dengan rapat virtual dan foto pencitraan, suasana berbeda justru terlihat di lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0611/Garut. Tidak ada meja rapat mewah, tidak ada pendingin ruangan, yang ada hanya jalan desa setengah jadi, peluh bercampur debu, dan makan siang sederhana yang disantap bersama di pinggir lokasi pembangunan.

Beginilah wajah gotong royong versi lapangan dimana warga dan personel Satgas TMMD duduk lesehan usai mengerjakan pembangunan jalan di wilayah sasaran TMMD Kodim 0611/Garut. Di sela istirahat itu, suasana akrab terlihat tanpa sekat pangkat maupun status sosial.

Pemandangan tersebut menjadi semacam pengingat bahwa membangun desa ternyata tidak selalu harus dimulai dari seminar mahal atau spanduk motivasi ukuran raksasa. Kadang cukup dengan cangkul, nasi bungkus, dan kemauan bekerja bersama.

Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Garut Seret: Urea Kurang Dilirik, Pupuk Organik Bernasib Tragis, NPK Jadi Primadona Baru Petani

Personel Satgas TMMD menyebut momen makan bersama itu bukan sekadar istirahat biasa, melainkan simbol kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini terus digaungkan dalam program TMMD.

"Melalui kegiatan TMMD ini, bukan hanya pembangunan fisik yang tercipta, tetapi juga hubungan kekeluargaan dan gotong royong antara TNI dan warga semakin erat," ujar salah seorang personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.

Program TMMD memang identik dengan pembangunan infrastruktur desa, mulai dari jalan, jembatan, hingga fasilitas umum lainnya. Namun di lapangan, yang ikut dibangun ternyata bukan hanya akses transportasi, tetapi juga rasa kebersamaan warga.

Di lokasi pekerjaan, warga terlihat bekerja berdampingan dengan anggota TNI. Setelah lelah mengangkut material dan meratakan jalan, mereka beristirahat sambil menikmati makan siang sederhana bersama.

Tidak ada protokol rumit. Semua duduk berbaur di sekitar area pembangunan. Obrolannya pun jauh dari bahasa formal birokrasi jauh lebih banyak soal cuaca, kondisi jalan, hingga harapan agar akses desa segera membaik.

Warga setempat mengaku senang bisa terlibat langsung dalam pembangunan bersama personel TNI. Mereka berharap jalan yang tengah dibangun dapat segera selesai agar aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah, terutama untuk akses ekonomi dan pendidikan.

"Kalau jalannya bagus, aktivitas warga tentu lebih lancar. Mudah-mudahan cepat selesai," ujar salah seorang warga.

Baca Juga: Hujan Deras Robohkan Rumah di Malangbong Garut, Gotong Royong Lebih Sigap dari Infrastruktur

Program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut hingga kini terus berjalan dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Semangat gotong royong menjadi modal utama percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Di saat sebagian orang sibuk memperdebatkan konsep pembangunan dari balik layar ponsel, warga desa justru memperlihatkan bahwa pembangunan paling nyata lahir dari kerja bersama di lapangan.

Dan di antara suara cangkul serta kendaraan pengangkut material, makan siang sederhana itu seolah menjadi pesan kecil, jalan mungkin dibangun dengan batu dan semen, tetapi desa dibangun dengan kebersamaan.*****

Tags

Terkini