LOCUSonline, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian Kabupaten Garut mulai bergerak mencari lahan baru untuk dijadikan sawah pada 2026. Targetnya tidak main-main, yakni mencetak 100 hektare sawah baru demi mendongkrak produksi padi sekaligus menjaga mimpi besar swasembada pangan tetap hidup di tengah cuaca yang makin sulit ditebak.
Namun seperti kisah pembangunan pada umumnya, target besar itu baru berjalan pelan. Dari rencana 100 hektare, hingga pertengahan Mei 2026 baru sekitar 20 hektare lahan yang lolos verifikasi, tepatnya di wilayah Banjarwangi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengakui proses pencetakan sawah baru tidak semudah mengubah status lahan di atas kertas. Masalah utama tetap sama dari tahun ke tahun yaitu air.
"Target itu 100 hektare, tapi sampai saat ini yang sudah diverifikasi 20 hektare," kata Ardhy di Garut, Jumat.
Di tengah semangat memperluas sawah, pemerintah rupanya masih harus bertarung dengan logika alam. Sebab sawah tanpa irigasi hanya akan berubah menjadi monumen lumpur yang menunggu hujan turun.
Ardhy menjelaskan, lahan yang disiapkan di Kecamatan Banjarwangi sebelumnya merupakan lahan darat biasa yang kini mulai diubah menjadi area persawahan dengan dukungan saluran pengairan.
Menurutnya, syarat utama sawah baru bukan sekadar tanah luas, melainkan ketersediaan air yang cukup agar petani bisa panen hingga tiga kali setahun.
"Salah satu indikator menentukan satu titik ya itu harus ada air," ujarnya.
Baca Juga: Bulog Garut Santai Hadapi Kemarau: Gudang Beras Penuh, Rakyat Diminta Jangan Panik Dulu
Satire pembangunan pertanian pun terasa nyata dimana lahan tersedia banyak, semangat besar, target melimpah, tetapi ujung-ujungnya semua kembali bergantung pada debit air yang kadang lebih misterius dibanding janji musim hujan.
Meski demikian, Pemkab Garut tetap optimistis. Wilayah utara, tengah, hingga selatan Garut disebut memiliki banyak potensi lahan baru selama sistem irigasinya mampu menopang kebutuhan pertanian.
Jika proyek sawah baru di Banjarwangi berhasil optimal, pemerintah memperkirakan produksi padi bisa mencapai sekitar 300 ton dalam tiga musim panen. Sementara secara keseluruhan, produksi padi Kabupaten Garut tahun ini ditargetkan mencapai 631.490 ton gabah kering giling (GKG).
Di tengah ancaman alih fungsi lahan dan musim kemarau panjang, program cetak sawah baru ini menjadi upaya pemerintah menjaga dapur rakyat tetap mengepul. Sebab dalam urusan pangan, sawah kini bukan hanya tempat menanam padi, tetapi juga arena mempertahankan ketahanan ekonomi masyarakat desa.*****