Kamis, 4 Juni 2026

Harga Urea Dunia Tembus 800 Dolar AS, Pupuk Subsidi RI Tetap Rp1.800/kg

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 3 April 2026 | 09:39 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik meskipun terjadi gejolak di Selat Hormuz. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pupuk di dalam negeri demi mendukung produktivitas sektor pertanian.





"HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap," kata Rahmad dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).





HET Pupuk Subsidi Tetap: Urea Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg





Pemerintah sebelumnya telah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, berlaku sejak Oktober 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari terobosan besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selama puluhan tahun harga pupuk cenderung naik setiap tahun atau dua tahun sekali, namun justru berhasil diturunkan berkat efisiensi anggaran.





Berikut rincian HET pupuk subsidi yang tetap dan tidak naik:





Jenis PupukHET SebelumnyaHET Setelah Penurunan (Oktober 2025)Per Sak (50kg)
UreaRp2.250/kgRp1.800/kgRp90.000
NPKRp2.300/kgRp1.840/kgRp92.000





Kebijakan ini berlaku secara nasional dan telah berhasil meningkatkan penebusan pupuk secara signifikan.






Indonesia Tidak Terdampak Signifikan, Produksi Domestik Kuat





Rahmad memastikan bahwa meskipun Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia, gejolak di kawasan tersebut tidak mempengaruhi pasokan pupuk di dalam negeri. Indonesia tidak terdampak signifikan karena memiliki kapasitas produksi urea dalam negeri yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan nasional.





IndikatorKapasitas
Kapasitas produksi urea (operasional)8,8 juta ton/tahun
Kapasitas terpasang urea9,4 juta ton/tahun




Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan pupuk urea baik untuk subsidi maupun non-subsidi di dalam negeri diyakini dapat terpenuhi tanpa ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X