Rahmad bahkan menyebut Indonesia berpotensi menjadi stabilisator dalam ekosistem pangan global, terutama dalam menjaga ketersediaan pupuk di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Harga Urea Global Melonjak, Indonesia Tetap Aman
Harga urea global sempat melonjak dari sekitar 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton akibat penutupan Selat Hormuz. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak langsung pada pasokan domestik karena Indonesia memiliki kemandirian produksi.
| Periode | Harga Urea per Ton |
|---|---|
| Sebelum konflik | 400 dolar AS |
| Pasca penutupan Selat Hormuz | 800 dolar AS |
Selain urea, pasokan bahan baku lain seperti fosfat dan potas juga dipastikan tetap aman karena tidak ada gangguan produksi dari negara-negara pemasok utama. Potensi dampak yang mungkin terjadi lebih kepada biaya pengiriman (freight), namun hal tersebut dinilai tidak akan mengganggu ketersediaan pupuk secara keseluruhan di dalam negeri.
Dampak Penurunan HET: Penebusan Pupuk Meningkat 31 Persen!
Rahmad mengungkapkan bahwa kebijakan penurunan HET 20 persen telah berdampak positif terhadap penyerapan pupuk subsidi oleh petani.
"Atas dampak dari penurunan HET 20 persen ini, kelihatan nyata sekali penebusan pupuk pada tahun 2025 dan 2026 ini meningkatnya cukup signifikan. Di tahun 2026 ini meningkat 31 persen," ucap Rahmad.
Meskipun demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci jumlah kuantitas pupuk subsidi yang telah disalurkan kepada petani dalam periode Januari-Maret 2026.
Manfaat Penurunan Harga Pupuk Subsidi
Penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen memberikan sejumlah manfaat bagi petani dan sektor pertanian nasional:
| Manfaat | Keterangan |
|---|---|
| Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) | Daya beli petani meningkat |
| Penurunan biaya produksi | Petani dapat menekan biaya input |
| Peningkatan kesejahteraan petani | Pendapatan bersih petani meningkat |
| Peningkatan produksi pertanian | Akses pupuk lebih luas mendorong produktivitas |
Pemerintah optimistis produksi pertanian nasional akan meningkat signifikan dalam tahun-tahun mendatang seiring dengan meningkatnya akses petani terhadap pupuk bersubsidi.