Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mencoba menenangkan pasar dengan mengingatkan bahwa investasi saham adalah permainan jangka panjang.
Pernyataan itu terdengar menenangkan, meski bagi sebagian investor ritel yang portofolionya sudah merah menyala, konsep jangka panjang kadang terasa seperti nasihat sabar bagi korban diskon besar-besaran.
Jeffrey tetap optimistis fundamental ekonomi Indonesia akan membaik, apalagi pemerintah menjanjikan percepatan perizinan usaha yang sebelumnya memakan waktu dua tahun menjadi hanya hitungan minggu.
Pasar mungkin memang sedang jatuh, tetapi optimisme pejabat tetap berdiri tegak. Sebab dalam dunia pasar modal Indonesia, grafik boleh longsor, namun harapan selalu diwajibkan tetap hijau.*****
Artikel Terkait
Libur Kenaikan Yesus 2026 Bikin Jalan Tol Seperti Karnaval : 487 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Rupiah Tembus Rp17.663 per Dolar AS, Prabowo Minta Rakyat Tenang "Orang Desa Tidak Pakai Dolar"
Kemenkeu Bantah Purbaya Usir Investor Asing: Hoaks Beredar Saat Iklim Investasi Sedang Sama Sensitifnya dengan Kurs Rupiah
Rupiah Tembus Rp17.640 per Dolar, Istana Gelar Rapat Ekonomi Dua Jam dan Ini Hasilnya
Koperasi Merah Putih Dikebut di Jawa Barat, Pemerintah Janji Warga Tak Lagi Keliling Cari LPG dan Beras
Isfy Putri dan Ayam Bengras Garut: Saat Anak Muda Pilih Jualan Ayam Rp7 Ribu daripada Cuma Jadi Penonton Kesuksesan Orang Lain
Anggaran MBG Dipangkas Rp67 Triliun, Pemerintah Janji Anak Sekolah Tetap Kenyang Meski APBN Lagi Diet
Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila: Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Muncul Saat Potong Pita
Pertamina Temukan 11 Miliar Barel “Minyak Bukan Kaleng-Kaleng”, Investor Masih Dicari, Fiskal Masih Dinego
Rupiah Melemah, Orang Kantoran Mulai Tinggalkan Mal: Bekal dari Rumah Kini Lebih Romantis daripada Food Court