"Imbal hasil mungkin tidak selalu setinggi instrumen berisiko, tetapi keunggulannya ada pada stabilitas dan keamanan karena memiliki dukungan pemerintah," ujarnya.
Pelemahan IHSG kembali menjadi pengingat bahwa pasar modal bukan mesin uang instan yang selalu mencetak keuntungan. Ketika grafik naik, banyak investor merasa menjadi ahli ekonomi; ketika turun, sebagian langsung mencari tombol panik.
Kini, pasar menguji siapa yang benar-benar berinvestasi berdasarkan analisis dan siapa yang hanya ikut arus euforia. Sebab dalam dunia saham, kesabaran sering kali menjadi aset yang tidak tercatat di laporan keuangan, tetapi menentukan hasil akhir.*****
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 1,43%! Sentimen Deeskalasi Konflik Timur Tengah dan Kebijakan WFH Jadi Pendorong
IHSG Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata Iran-AS, Sektor Energi Jadi Primadona
IHSG Bergejolak, Jaksa Agung Tawarkan Denda Damai Sebagai Obat Ekonomi, Pasar Modal Disuruh Lebih Jujur
Info IHSG Anjlok ke Level 6.000, Investor Panik Massal Saat Bursa Asia Pesta Hijau
Info IHSG Anjlok Sendirian di Asia, Investor Panik Usai MSCI dan Kebijakan Ekspor Prabowo Bikin Pasar “Masuk Angin”
Info IHSG Hari Ini Hijau Tipis di Awal Pekan, Investor Diajak Bersyukur Meski Portofolio Masih “Diet Ketat”
Info IHSG Tumbang ke Zona Merah, Investor Lokal Kembali Diajak Latihan Mental Gratis
Info IHSG Hari Ini Sempat Nyungsep lalu Bangkit Lagi, Investor Masih Bingung Antara Cuan atau Cemas
Info IHSG Hari ini Melemah dan Investor Asing Angkat Kaki, Saham Perbankan Jadi Korban Utama Aksi Jual Akhir Pekan
IHSG Tumbang Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah dan Investor Asing Angkat Kaki dari Pasar