Upacara ini kembali menegaskan bahwa otonomi daerah bukan tujuan akhir, melainkan proses panjang yang menuntut konsistensi.
Dan seperti yang sering terjadi, semangat kemandirian selalu terdengar lantang di podium, tinggal bagaimana ia diterjemahkan di lapangan, di luar barisan upacara dan teks pidato.*****
Artikel Terkait
Pelantikan Kepala Desa PAW di Garut: Kursi Kosong Terisi, Harapan Baru Dimulai dari Desa
Program Gebrak Bambu di Garut, Saat Desa Didorong Mendunia, dari Anyaman ke Ambisi Pasar Global
Hari Otonomi Daerah 2026 di Garut: Dari Semangat Mandiri hingga PR Lama PAD dan SDM yang Tak Kunjung Lulus
Dugaan Pelanggaran Kode Etik ASN di PUPR Garut, GLMPK Soroti Lemahnya Komitmen Penegakan Disiplin ASN
Kakek 78 Tahun Pimpin Proyek Jalan TMMD Garut: Saat Negara Datang, Rakyat Sudah Lebih Dulu Bekerja
Jalan 1,6 Km di Garut Siap Resmi Jadi Milik Daerah, Administrasi Diperiksa, Aspal Ikut Disumpah Setia
Dana Darurat Rp7,5 Miliar Digelontorkan, Infrastruktur Garut Dikebut: Bencana Datang, Birokrasi Berusaha Lari Lebih Cepat
Bupati Garut Sidak Dinsos: Negara Jangan Hanya Hadir di Spanduk, Tapi Juga Saat Banjir dan Bantuan Datang
Aplikasi Sagarut Diluncurkan: Bupati Garut Ingin Keluhan Warga Tak Lagi Nyasar di Kolom Komentar
Skandal Etika ASN Garut, GLMPK : Inspektorat Jangan Terbawa “Dungu” Dinas PUPR Jadi Humas Swasta?